Internationalmedia.co.id – News – Kuala Lumpur, Malaysia diguncang oleh kabar penahanan mantan Kepala Angkatan Darat, Muhammad Hafizuddeain Jantan, bersama dua istrinya. Mereka dicokok oleh Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) terkait dugaan mega-korupsi dalam proyek pengadaan militer. Penangkapan ini menjadi sorotan publik di tengah upaya keras negara memberantas rasuah.
Hafizuddeain, yang sebelumnya telah dinonaktifkan dari jabatannya sejak akhir Desember tahun lalu, ditahan pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat. Bersamanya, dua istrinya serta dua individu lain turut diamankan, menjadikan total lima orang yang kini berada dalam penyelidikan MACC.

Penyelidikan mendalam yang dilakukan MACC dilaporkan berpusat pada serangkaian pembayaran mencurigakan yang diduga mengalir ke rekening bank seorang perwira senior Angkatan Darat. Sejak akhir tahun lalu, otoritas anti-korupsi telah melakukan penggerebekan di beberapa perusahaan yang diduga terlibat dalam skema korupsi ini.
Dalam operasi tersebut, enam rekening bank milik seorang tersangka dan anggota keluarganya telah disita sebagai bagian dari bukti. MACC, melalui pernyataan resminya pada Rabu malam, menegaskan komitmennya untuk menjalankan investigasi dengan transparansi dan profesionalisme penuh, meskipun pada awalnya tidak merinci identitas para tersangka.
Namun, laporan media lokal Malaysia, mengutip Ketua Komisioner MACC Azam Baki, kemudian mengonfirmasi bahwa Muhammad Hafizuddeain Jantan dan kedua istrinya memang termasuk di antara mereka yang ditahan. Azam sendiri tidak memberikan komentar lebih lanjut kepada media mengenai identitas spesifik para individu yang diamankan.
Lebih lanjut, dalam sebuah perkembangan signifikan, badan anti-korupsi tersebut berhasil menggagalkan upaya pemindahan uang tunai senilai 2,4 juta Ringgit Malaysia, atau setara dengan sekitar Rp 9,9 miliar. Uang tersebut, yang diduga kuat terkait dengan kasus ini, disita ketika seorang individu tertangkap basah berusaha memindahkannya ke lokasi lain. Insiden ini dilaporkan oleh kantor berita Bernama, mengutip Azam.
Kasus ini menyoroti keseriusan pemerintah Malaysia dalam memerangi korupsi di segala lini, termasuk di institusi militer yang strategis. Publik menanti kelanjutan dari investigasi MACC yang diharapkan dapat mengungkap seluruh jaringan dan aktor di balik skandal pengadaan militer ini.
