Pyongyang – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali menjadi sorotan global dengan serangkaian langkah strategis yang kontras namun saling terkait. Ia baru-baru ini memerintahkan peningkatan produksi rudal secara besar-besaran untuk tahun depan, sebuah arahan yang menggarisbawahi ambisi militer Pyongyang. Namun, di tengah desakan untuk memperkuat pertahanan, Kim juga meresmikan hotel-hotel mewah baru, sebuah ironi yang memicu pertanyaan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, kebijakan ganda ini mencerminkan prioritas kompleks rezim Kim Jong Un di panggung internasional.
Kunjungan Kim ke sejumlah fasilitas produksi rudal dan amunisi, yang dilaporkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), menunjukkan keseriusan perintahnya. Kim menekankan urgensi peningkatan kapasitas produksi secara keseluruhan, menegaskan bahwa sektor rudal dan peluru adalah "sangat penting dalam memperkuat pencegahan perang" dan untuk mengimbangi permintaan angkatan bersenjata Pyongyang. Bahkan, ia memerintahkan pembangunan pabrik amunisi baru untuk memenuhi target ambisius ini.

Data menunjukkan, dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara telah secara signifikan mengintensifkan uji coba rudalnya. Langkah ini, menurut para analis, bertujuan ganda: meningkatkan kapabilitas serangan presisi untuk menantang Amerika Serikat dan Korea Selatan, serta menguji coba senjata-senjatanya sebelum berpotensi mengekspornya ke Rusia.
Hubungan antara Pyongyang dan Moskow memang semakin erat sejak invasi Rusia ke Ukraina empat tahun lalu. Korea Utara dilaporkan telah mengirimkan pasukan, peluru artileri, rudal, dan sistem roket jarak jauh untuk mendukung upaya perang Rusia. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat mengklaim Rusia memberikan bantuan finansial, teknologi militer canggih, serta pasokan makanan dan energi kepada Korea Utara. Washington bahkan menyoroti bukti bahwa Rusia meningkatkan dukungan dalam teknologi ruang angkasa dan satelit canggih, yang memiliki banyak kesamaan teknologi dasar dengan peluncur satelit dan rudal balistik antarbenua (ICBM).
Peneliti Korea Utara, Ahn Chan-il, memprediksi bahwa dengan program ICBM yang dianggap telah mencapai tujuan intinya, Pyongyang kemungkinan akan semakin mempercepat pengembangannya pada tahun 2026. Kunjungan Kim ke pabrik rudal ini dilaporkan sehari setelah media pemerintah menyebutkan ia juga mengunjungi pabrik kapal selam nuklir dan berjanji akan melawan "ancaman" Korea Selatan yang memproduksi kapal selam serupa dengan dukungan AS. Kim juga dikabarkan mempelajari penelitian "senjata rahasia bawah air baru," mengindikasikan upaya mendalam dalam modernisasi militer. Korea Utara diperkirakan akan mencari teknologi militer canggih dari Rusia, termasuk kemampuan kapal selam bertenaga nuklir dan jet tempur, untuk mengatasi kelemahan relatif angkatan udaranya. Rencana modernisasi dan produksi baru ini diperkirakan akan diumumkan pada kongres pertama Partai Buruh Korea yang berkuasa dalam setengah dekade terakhir, yang dijadwalkan pada awal tahun 2026.
Di sisi lain, kontras dengan fokus militer yang intens, Kim Jong Un baru-baru ini juga meresmikan lima hotel mewah baru di Samjiyon, sebuah kota terpencil dekat perbatasan Tiongkok. Dalam upacara peresmian tersebut, Kim memuji "meningkatnya status" rakyat Korea Utara, meskipun kesulitan ekonomi masih meluas di seluruh negeri. Hotel-hotel baru ini dilengkapi fasilitas modern seperti restoran barbeku, pemandian air panas, dan area rekreasi.
Kim secara pribadi memeriksa fasilitas hotel, bahkan mengetes kenyamanan kasur di kamar tidur. Putrinya, Ju Ae, yang banyak diyakini analis sebagai calon penerusnya, turut mendampingi dalam tur tersebut. Media pemerintah menyebut hotel-hotel ini sebagai bukti bahwa warga negara "tidak memiliki apa pun untuk diirikan di dunia," sebuah narasi yang coba dibangun Kim untuk menonjolkan kemajuan ekonomi negara menjelang kongres partai tahun depan.
Pariwisata di Korea Utara sendiri masih sangat terkontrol dan sebagian besar terbatas pada tur yang disetujui pemerintah, yang hanya menampilkan potongan kehidupan yang telah diatur. Namun, Kim berupaya meningkatkan sektor pariwisata dengan pembukaan hotel-hotel baru di Samjiyon, menyusul peluncuran Zona Wisata Pesisir Wonsan Kalma awal tahun ini. Ia menyebut Samjiyon sebagai "kota inovatif dan sangat beradab yang merepresentasikan budaya pariwisata negara."
Langkah ganda Kim Jong Un ini, antara menggenjot produksi senjata pemusnah massal dan membangun infrastruktur pariwisata mewah, menciptakan gambaran kompleks tentang prioritas dan strategi Korea Utara di panggung global.
