YEMI Bersama Diklat Prajna Nyakrawati Adakan Fang Shen di Kawasan Hutan Mangrove PIK

Bhiksuni Bhadraprajnani (Suhu Xian Hui) dan Alex Tumondo berfoto bersama umat yang mengikuti prosesi Fang Shen.

JAKARTA (IM)–YEMI (Yayasan Etika Moral Indonesia) dan Diklat Prajna Nyakrawati mengadakan Fang Shen bersama Bhiksuni Bhadraprajnani (Suhu Xian Hui).

          Prosesi Fang Shen yang diikuti oleh puluhan umat Buddha ini dilangsungkan di Kawasan Hutan Mangrove Komplek Mayang, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Minggu (21/3).

Dan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bhiksuni Bhaddraprajnani. Kemudian satu persatu peserta Fang Shen melepas 5.000 ekor ikan lele, 100 katak dan  25 ekor kura-kura ke perairan hutan mangrove. Mereka juga melepas 1.300 ekor burung di area hutan mangrove.

          Ketua  Umum YEMI Alex Tumondo mengatakan keluarga besar YEMI dengan Dewan Pembina DR Eddie Kusuma, melakukan Fang Sheng  yaitu ritual yang terdapat dalam ajaran agama Buddha dengan melakukan pelepasan makhluk hidup ke alam liar. Tujuannya, agar hewan-hewan itu dapat merasakan kembali kehidupan alam bebas dan bahagia karena tidak dikurung.

          “Kami berharap agar tahun 2021 ini semuanya bisa lebih suka cita dan terlepas dari segala bencana,” ujarnya.

          Tradisi Fang Shen merupakan wujud cinta pada alam dan hewan.

Prosesi pelepasan burung ke kawasan hutan mangrove.

          Ritual yang digelar dengan melepaskan hewan hidup ke alam ini, juga dipercaya memiliki pengaruh bagi kehidupan dan keberuntungan.

          Biasanya, hewan yang dilepas penyu, kura-kura, ikan, atau burung. Kebiasaan untuk melakukan tradisi Fang Sheng ini bisa dilihat pada saat-saat tertentu, misalnya saat tahun baru Imlek, Qing Ming (Cheng Beng), Gui Yue (Cit Gwee) atau saat ritual tolak bala. ***

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp