Yayasan Tzu Chi Serahkan Bantuan Sosial Peduli Covid-19 ke Pesantren

Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek KH. M. Mustofa Aqiel Siradj mengangkat bendera Tzu Chi sebagai tanda pelepasan Bantuan Sosial Peduli Covid-19 yang akan dibagikan kepada warga Desa Kempek, Kab. Cirebon.

CIREBON (IM)–Penyaluran Bantuan Sosial Peduli Covid-19 “1 juta paket beras dan masker medis” yang digagas Yayasab Tzu Chi Indonesia, Pengusaha Peduli NKRI dan beberapa organisasi lainnya kembali dilakukan.

Relawan Tzu Chi menyerahkan buku karangan Master Cheng Yen kepada Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek, Kapolresta Cirebon, serta perwakilan dari PITI.

Yayasan Tzu Chi Indonesia pada Sabtu (20/3) lalu menyerahkan bantuan ke Pondok Pesantren KHAS Kempek, Kec. Gempol, Kab. Cirebon serta warga sekitar.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan bantuan berupa 40 ton beras dan 80 ribu piece masker medis.

Salah satu santri Pondok Pesantren KHAS Kempek menyerahkan langsung beras dan masker kepada Bariro (kiri).

          Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek KH. M. Mustofa Aqiel Siradj dalam pidatonya menyatakan dari kegiatan ini adalah terbinanya rasa kebersamaan dan terbantunya persoalan perekonomian.

“Ini akan menciptakan satu pandangan yang bagus sekali sebagai bangsa, sebagai warga negara, dan tidak ada yang namanya mayoritas minoritas,” kata KH. M. Mustofa Aqiel Siradj.

Prof. DR. KH. Said Aqiel Siradj berbagi pengalamannya saat berkunjung ke Hualien Taiwan bertemu dengan pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi Master Cheng Yen.

         

Para santri mengikuti prosesi penyerahan bantuan.

Selain relawan Yayasan Tzu Chi, Kapolresta Cirebon, Camat Gempol dan Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek, juga hadir perwakilan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dan ormas lainnya.

Relawan Yayasan Tzu Chi Indonesia Jumat (26/3) lalu menyerahkan bantuan 350 paket beras dan masker ke Pesantren Luhur Altsaqofah di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

          Salah satu warga Desa Kempek yang menerima bantuan beras dan masker medis adalah Bariro (50). Sehari-hari ia bekerja menjadi buruh di sawah.

“Kerja di sawah mencabut rumput,” kata Bariro. Pekerjaan mencabut rumput di sawah ini ia lakukan sejak pagi hingga siang hari (07.00-13.00) dan ia mendapatkan upah sebesar 50 ribu.

Bagi relawan Tzu Chi sekaligus CEO DAAI TV Hong Tjhin, kedatangan relawan Tzu Chi ke pondok pesantren dapat meningkatkan persahabatan antar umat beragama.

          Dengan bantuan beras dan masker medis, tentunya dapat meringankan beban Bariro dan keluarga. Ia dapat berhemat beberapa hari berkat Bantuan Sosial Peduli Covid-19 dalam rangka Imlek Nasional 2021 ini.

“Beras 10 kilo ini cukup untuk 1 minggu. Terima kasih saya dikasih beras,” kata Bariro.

Setelah kegiatan di Pondok Pesantren KHAS Kempek berakhir, Yayasan Tzu Chi Indonesia Jumat (26/3) lalu juga menyerahkan bantuan ke Pesantren Luhur Altsaqofah di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan tersebut sekaligus CEO DAAI TV Hong Tjhin menyerahkan langsung 350 paket beras dan masker kepada Pengasuh Pesantren yang juga Ketua Umum PBNU Prof. DR. KH. Said Aqiel Siradj.

“Kita tidak asing Yayasan Buddha Tzu Chi selalu peduli sosial, peduli bencana alam, peduli fakir miskin. Minggu kemarin baru saja pesantren saya yang di Cirebon juga dapat bantuan, sekarang giliran Pesantren Altsaqofah. Insya Allah akan berkelanjutan,” Prof. DR. KH. Said Aqiel Siradj.

Di masa pandemi ini, PBNU juga telah menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat dan insitutusi yang sangat terdampak pandemi. Bantuan tersebut salah satunya berasal dari Yayasan Tzu Chi Indonesia. Antara lain berupa APD (alat pelindung diri) dan sanitizer, terutama sejak pandemi mulai mewabah.

          Karena itu bagi Prof. DR. KH. Said Aqiel Siradj, bantuan demi bantuan dari Tzu Chi memiliki arti yang dalam, bukan sekedar bantuan secara fisik semata. “Lebih dari itu. Kita harus menghilangkan sekat-sekat perbedaan agama, suku, etnis, budaya. Kita adalah satu bangsa dan satu keluarga besar yaitu warga manusia,” tandas Prof. DR. KH. Said Aqiel Siradj.

Pesantren memang termasuk dalam klasifikasi penerima Bantuan Sosial Peduli Covid-19. Hong Tjhin menjelaskan alasannya.

“Kami melihat bahwa dalam masa Covid ini, selain dari pada orang yang terkena Covid, banyak institusi termasuk pesantren, panti jompo, panti asuhan, yang biasanya dapat bantuan dari donatur yang rutin, maka kini pasti terkendala. Oleh karena itu kita juga khusus memperhatikan kebutuhan anak-anak, lansia, dan sebagainya,” ungkapnya.

Relawan Tzu Chi menyerahkan bantuan 40 ton beras dan 80 ribu piece masker medis.

          Bagi Hong Tjhin, penyerahan bantuan ke pesantren ini merupakan silaturahmi lintas agama. Agama mungkin berbeda, namun dalam konteks kemanusiaan,  semua orang sama.

          “Barangkali kalau berasnya sendiri akan habis tidak terlalu lama. Tapi silaturahmi dan kehangatan serta ketulusan dari berbagai pihak untuk membangun kebersamaan dan gotong royong menghadapi pandemi, itulah yang kami harapkan bisa memberikan kehangatan dalam hati kami dan juga kemauan serta tekad untuk gotong royong di masa-masa sulit ini,” ungkapnya.

Silaturahmi para relawan Yayasan Tzu Chi Indonesia ke pondok pesantren selalu berhasil membangkitkan rasa haru dan hangat di hati. Bukan saja menyaksikan keharmonisan antar pemeluk agama yang berbeda. Namun juga persaudaraan anak bangsa untuk saling peduli, khususnya di masa pandemi ini. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp