Yayasan Tanjung Harapan Pontianak Selenggarakan Sembahyang Leluhur

Seluruh dewan pengurus, penasehat dan pembina Yayasan Tanjung Harapan Pontianak berfoto bersama.

PONTIANAK—Dalam rangka Cap Go Meh, pengurus Yayasan Tanjung Harapan Pontianak, Jumat (26/2) lalu menyelenggarakan sembahyang leluhur di kantor sekretariat mereka di Pontianak, Kalimantan Barat.

Seluruh dewan pengurus Yayasan Tanjung Harapan Pontianak  di bawah pimpinan Ketua Dewan Pengurus Chen Hong Xuan melakukan prosesi penghormatan kepada leluhur Marga Tan di depan meja abu leluhur Chen Hu Gong.


Pembina, penasehat dan pengurus Yayasan Tanjung Harapan Pontianak melakukan ritual sembahyang leluhur.

Sembahyang leluhur Yayasan Tanjung Harapan Pontianak diselenggarakan dua kali dalam setahun. Pertama dilaksanakan menyambut Tahun Baru Imlek. Dan kedua pada perayaan Cap Go Meh.

Setelah sembahyang leluhur, acara dilanjutkan dengan upacara penyerahan piagam penghargaan kepada tujuh orang tetua Yayasan Tanjung Harapan Pontianak.

Piagam penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi mereka kepada Yayasan Tanjung Harapan Pontianak.

Ketujuh orang tetua tersebut yaitu penasehat Yayasan Tanjung Harapan Pontianak Chen Yong Cheng, Ketua Kehormatan Chen En Guang, Ketua Dewan Pembina Chen Li De, anggota Pembina Chen Kun Dong, Chen Yue Shan, Chen Miao De dan Chen De Shi.

Penyerahan piagam penghargaan kepada tujuh orang tetua Yayasan Tanjung Harapan Pontianak.

Karena satu dan lain hal, piagam penghargaan bagi Chen Li De diterima oleh Chen Chu Lie. Sedangkan Chen Yue Shan diwakilkan oleh Chen Zhen Xi.

Ketua Dewan Pengurus Yayasan Tanjung Harapan Pontianak Chen Hong Xuan mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek. Semoga sukses selalu.

Dia mengimbau warga Marga Tan berusia di atas 60 tahun, jika ingin melakukan vaksinasi Covid-19 dapat mendaftarkan diri di Yayasan Tanjung Harapan Pontianak. Pengurus yayasan akan membantu mengaturnya.

Penerima piagam penghargaan Chen Yong Cheng dalam pidatonya menyatakan dirinya merasa amat senang dan merasa terhormat diundang Dewan Pengurus Yayasan Tanjung Harapan Pontianak Periode 32 untuk hadir dalam upacara pemujaan leluhur dan kegiatan Festival Lampion tahun ini. Sekaligus menerima piagam penghargaan.

“Saya menyatakan terima kasih atas kebaikan dewan pengurus Yayasan Tanjung Harapan Pontianak,” ucapnya.

Menurutnya, hal ini merupakan kedua kalinya dirinya dianugerahi piagam penghargaan oleh Yayasan Tanjung Harapan Pontianak.

Dan dirinya merupakan satu-satunya warga marga Tan yang meraih piagam penghargaan sebanyak dua kali sepanjang sejarah yayasan.

Pertama kali dirinya dianugerahi medali emas seberat 50 gram pada tahun 1978.

Seperti yang kita ketahui, perayaan Tahun Baru Imlek adalah gabungan dari tradisi agama Budha, Taoisme dan Konfusianisme. Setelah lima ribu tahun lebih, tradisi Imlek bukan lagi merupakan takhayul. Melainkan memperingati asal muasal kita.

Sebelum perayaan Tahun Baru Imlek kita tidak diperbolehkan menyapu, menggantung kuplet Imlek, memasang lampion, membagikan angpao serta saling mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek.

Sedangkan pada perayaan Cap Go Meh adat kebiasaan memakan wedang ronde sebagai representasi dari reuni dan kebahagiaan.

Saat ini banyak warga Tionghoa yang sudah tidak mempercayai hal tersebut menghadirkan keberuntungan. Namun adat istiadat tradisi leluhur harus tetap diwariskan kepada generasi penerus.

Diharapkan dewan pengurus Yayasan Tanjung Harapan Pontianak periode 32 dapat terus menghimpun kekuatan warga marga Tan. Kita semua bahu membahu dan saling bantu sekaligus menjadikan etika sebagai nilai inti.  Mengembangkan semangat saling bantu, bekerja sama dengan tulus, bekerja sama, memperluas kinerja yayasan, menjaga keharmonisan marga serta menyebarluaskan peradaban Tiongkok yang indah.

Jika tidak, anak cucu marga Tan seperti kehilangan akarnya. Meskipun harum, namun mereka telah melupakan akarnya. Dan tak lama lagi akan layu.

Sedangkan Ketua Kehormatan Chen En Guang dalam pidatonya meminta seluruh dewan pengurus bahu membahu, bersama-sama mendorong Yayasan Tanjung Harapan Pontianak agar semakin maju dari hari ke hari.

Anggota Pembina Chen Kun Dong dalam pidatonya menyatakan amat gembira dapat berpartisipasi dalam upacara sembahyang leluhur. Dan bersama-sama dengan semua pihak merayakan Cap Go Meh. Dia berharap kegiatan ini dapat diselenggarakan setiap tahunnya. Sehingga generasi muda memahami makna menghormati leluhur.

Anggota Pembina Chen De Shi dalam pidatonya berharap setelah perayaan Imlek dan Cap Go Meh, setiap orang sehat, bisnisnya maju, karirnya sukses, dilimpahi keberkahan dan semuanya berjalan dengan baik.

Menurut informasi lainnya, Yayasan Tanjung Harapan Pontianak telah membuka pendaftaran bagi lansia diatas 60 tahun untuk melakukan vaksinasi.

Selain Yayasan Tanjung Harapan Pontianak, Yayasan Bhakti Suci juga telah menerima pendaftaran lebih dari 100 orang pengurus berbagai ormas Tionghoa.

PSMTI juga turut membuka pendaftaran serupa untuk memperoleh vaksinasi. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp