Yayasan Seni Indonesia Baru dan 8 Alumni FKG Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Bagikan Masker kepada Petugas Parkir

Hj Sias Mawarni (kelima dari kanan) dan drg Hartati Purwanto (keempat dari kiri) menyerahkan masker kepada perwakilan petugas parkir, didampingi para alumni FKG Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Jakarta.

JAKARTA –  Penyebaran Covid-19 masih terus terjadi.  Masyarakat  pun diminta untuk selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat, demi mencegah penyebaran virus dan menangkal potensi ancaman gelombang ketiga.

          Sadar akan hal itu, Ketua Umum Yayasan Seni Indonesia Baru, Hj Sias Mawarni dan beberapa alumni Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta,    melakukan aksi sosial dengan membagikan masker kepada masyarakat. Dan kali ini  yang dipilih adalah para petugas parkir dan kebersihan.

Penyerahan masker secara simbolis dilangsungkan di Restoran Ragusa,  Jalan Veteran, Jakarta, Jumat (22/10) siang.  Acara ini hanya menghadirkan beberapa perwakilan petugas parkir dan kebersihan yang ada di sekitar  Jalan Veteran Jakarta, demi menjaga kerumunan.  Untuk petugas lainnya dibagikan lewat perwakilan yang hadir.

          Hj Sias mengatakan, ancaman covid-19 masih akan berlangsung, maka sangat perlu untuk mengikuti protokol kesehatan  seperti yang dianjurkan pemerintah. “Kali ini kita bagikan kepada petugas parkir dan kebersihan. Dengan demikian mereka dapat menjalankan tugas dengan baik, melindungi diri dari ancaman covid. Kita berusaha lakukan yang terbaik untuk memutus rantai penyebaran covid-19,” kata Hj Sias Mawarni.          

Ada delapan orang dokter gigi yang tergabung dalam acara ini. Perwakilan para alumni yang hadir, drg Hartati Purwanto mengatakan, pihaknya berharap agar kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan terus terjaga. Dengan demikian, selalu terlindungi dari ancaman covid.

Hj Sias sempat  kuliah di FKG Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) bersama para dokter gigi yang hadir ini. Hanya sayang, Hj Sias tidak sempat menyelesaikannya, karena beralih jurusan ke Bahasa Mandarin.***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp