International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Yayasan Bhakti Suci Kalbar Gelar Sembahyang Leluhur

Ketua Yayasan Bhakti Suci Kalbar Susanto Muliawan Lim serta para pengurus dan pengawas berfoto bersama.

PONTIANAK–Yayasan Bhakti Suci Kalimantan Barat, Minggu (3/4) lalu menyelenggarakan sembahyang leluhur di pemakaman Yayasan Bhakti Suci Kalbar di Batu Layang. Sekaligus dengan sukses menutup sembahyang leluhur musim semi Tahun Renyin.

Hadir dalam upacara tersebut sejumlah pengurus Yayasan Bhakti Suci Kalbar serta pengurus ormas Tionghoa yang tergabung dalam Yayasan Bhakti Suci Kalbar.

Ketua Yayasan Bhakti Suci Kalbar Susanto Muliawan Lim menyatakan Yayasan Bhakti Suci sering memilih hari terakhir untuk menyelenggarakan upacara sembahyang leluhur di pemakaman Yayasan Bhakti Suci Kalbar di Batu Layang.

Ini karena ada 62 ormas Marga Tionghoa yang tergabung di bawah Yayasan Bhakti Suci Kalbar.

Dengan demikian, Yayasan Bhakti Suci Kalbar seringkali mengakomodir dan memenuhi kebutuhan ormas Tionghoa atau perorangan yang tidak menyelenggarakan kegiatan sembahyang leluhur.

“Mengapa kami yang terakhir, karena kami melakukan sembahyang leluhur bagi semua pihak. Mungkin ada orang yang sedang berada di luar kota dan tidak dapat kembali untuk melakukan upacara sembahyang leluhur. Maka, Yayasan Bhakti Suci Kalbar sebagai ormas yang menaungi semua ormas Tionghoa lainnya menyelenggarakan upacara sembahyang leluhur di pemakaman Yayasan Bhakti Suci Kalbar di Batu Layang pada hari terakhir,” jelasn Susanto Muliawan Lim.

Ketua Susanto Muliawan Lim merasa beruntung bisa menyelenggarakan kegiatan sembahyang leluhur di pemakaman tahun ini.

Meski ada imbauan yang dikeluarkan Gubernur Kalbar juga karena adanya pembatasan yang disebabkan wabah Covid-19.

Namun setelah pelarangan selama dua tahun, tahun ini kami beruntung bisa menyelenggarakan upacara sembahyang leluhur di pemakaman Yayasan Bhakti Suci Kalbar Batu Layang.

“Kami berharap kegiatan sembahyang leluhur tahun ini akan berlangsung meriah. Meski masih ada pembatasan tahun ini, kami beruntung diizinkan untuk menyelenggarakan upacara sembahyang leluhur. Saat ini, wabah Covid-19 telah berubah dari pandemi menjadi penyakit endemik. Pemerintah sudah mengakomodasi hal ini. Namun kita tetap harus mematuhi protocol kesehatan. Artinya, tahun ini kegiatan pemujaan leluhur sudah bisa diselenggarakan, meski masih ada imbauan untuk tidak terlalu ramai.” kata Ketua Susanto Muliawan Lim. idn/din

Sukris Priatmo

Komentar

Baca juga