Wujudkan Moda Transportasi Trem, Pemkot Bogor Butuh Rp 1,9 T

Ilustrasi.

BOGOR- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan rencana pembangunan moda transportasi trem di Kota Bogor dengan target beroperasi 2024. Untuk anggaran pembangunan trem dibutuhkan dana Rp 1,9 triliun.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Rudy Mashud, Kamis (6/5). Kata dia, dengan target operasional trem 2024 mendatang, Pemkot Bogor bersama PT KAI dan PT Iroda tengah melakukan pembahasan terkait pendanaan dan integrasi rencana rute trem.

“Kami masih membahas terkait dengan studi kelayakan trem yang terintegrasi dengan kebutuhan-kebutuhan PT KAI,” paparnya.

Pihaknya juga membahas terkait anggaran membangun trem yang membutuhkan dana sekitar Rp 1,9 triliun. Rudy mengatakan, pembahasan rute sudah selesai kali ini lebih kepada integrasi rute trem dengan stasiun kereta api, MRT, stasiun Bogor dan konektivitas dengan beberapa moda transportasi lainnya.

“Terkait anggaran ini kami mencari dengan dua cara yakni government funding atau corporate fundingCorporate funding lebih diperuntukkan mengembangkan TOD di Kota Bogor yang mana regulasi dan perwali-nya sedang disusun,” katanya.

Anggaran Rp 1,9 triliun ini dibutuhkan untuk membangun trem dan memperkuat kelembagaan PDJT. Rencana meluncurnya trem di Kota Bogor ini ditargetkan sudah harus beroperasi pada 2024 mendatang.

“Rute tremnya dari Baranangsiang ke Otista, Juanda, Kapten Muslihat, Nyi Raja Permas, MA. Salmun, Sawojajar, ke Sudirman balik lagi Otista. Ini koridor satu ini yang akan diproses dulu,” pungkasnya. gio

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp