Waspada, Virus Korona Varian Baru Terdeteksi Masuk Indonesia, Lebih Cepat Menular dan Sulit Terdeteksi

IIlustrasi

JAKARTA – Virus korona dari varian baru mutasi B117 dari Inggris sudah terdeteksi masuk ke Indonesia. Varian baru ini dapat menyebabkan diagnostik Covid-19 lewat polymerase chain reaction (PCR) menjadi kurang sensitif, sehingga keberadaan virus menjadi lebih sulit terdeteksi.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio menjelaskan hal ini karena terjadi peningkatan akseptor pada sel manusia akibat mutasi virus ini.

“Dampak dari mutasinya, karena ini banyak terjadi di spike proteinnya. Jadi protein S namanya, yang strukturnya virus korona itu kan seperti rambutan atau seperti durian atau itu spikenya, nah mutasi yang terjadi di spike itu. Nah di ujung spike itu yang menentukan peningkatan dengan akseptor pada sel manusia,” katanya dalam keteranganya, Rabu (3/3).

Amin lebih lanjut menjelaskan, dampak yang kemungkinan terjadi, diagnostik PCR menjadi kurang sensitif.

“Nah dampak dari mutasi itu, kemungkinan yang terjadi adalah satu dia bisa berubah strukturnya, struktur molekulnya. Sehingga mungkin diagnostik PCR itu menjadi kurang sensitif. Ya karena kan yang dicari kan misalnya gen tertentu di bagian S itu. Nah, kalau gennya berubah karena mutasi maka kit yang tersedia sekarang ini kurang mengenal,” jelasnya.

Sehingga, kata Amin, virus Covid-19 mutasi baru ini bisa saja sulit terdeteksi.

“Bisa saja sulit terdeteksi, karena saat ini semua tes di laboratorium itu setidaknya menggunakan dua gen. Jadi kalau satu gen tidak ketemu, pasti yang gen lainnya akan ketemu. Dan kadang-kadang dengan tiga gen. Jadi, untuk sementara yang diagnostik itu belum begitu besar pengaruhnya,” katanya.

Sementara itu, pengaruh lainnya kata Amin adalah virus dari mutasi baru B117 ini menyebabkan penularan lebih cepat.

“Tapi pengaruh kedua adalah berdasarkan pengamatan di laboratorium-laboratorium virus-virus yang bermutasi itu lebih mudah masuk ke dalam sel. Dan itu menyebabkan penularannya lebih cepat. Ini yang dikhawatirkan,” katanya.

Masih menurut penjelaskan Amin, karena penularan Covid-19 dari mutasi B117 ini lebih cepat maka ada potensi lebih banyak orang yang terpapar Covid-19.

“Kalau penularan lebih cepat, kalau tadinya satu orang hanya menularkan ke satu atau dua orang, ini bisa menularkan ke banyak orang. Dan waktunya lebih pendek. Sehingga lebih banyak orang yang kena,” katanya.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp