Warga Terdampak Bencana Kupang Berterima Kasih Atas Bantuan yang Diberikan oleh MTP Bandung

Pendeta Rudy Tjung Lake (keempat dari kiri depan) dan Marsekal Pertama TNI Drs. Epi Embu Agapitus (kedua dari kanan) berfoto bersama warga penerima bantuan.

BANDUNG–Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) Bandung lewat Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto menyerahkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp100 juta dan pakaian kepada warga terdampak siklon seroja yang melanda NTT.

Bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian dan cinta kasih.

          Menurut berita Pos Kupang, mantan Kepala Staf Garnisun Tetap II/Bandung Marsekal Pertama TNI Drs. Epi Embu Agapitus, MSi pada Selasa (27/4) lalu menyerahkan bantuan kepada kepada warga kurang mampu di Kabupaten Malaka, Kupang. Dimana setiap keluarga menerima Rp200 ribu.

Warga penerima bantuan berfoto bersama.
Pendeta Rudy Tjung Lake menyerahkan bantuan cinta kasih kepada warga.

Bantuan tersebut merupakan bantuan cinta kasih dari MTP Bandung. Untuk itu warga menyatakan terima kasih dan mendoakan semoga Tuhan membalas budi baik anggota MTP Bandung.

Marsekal Pertama TNI Epi Embu Agapitus menyerahkan bantuan cinta kasih kepada warga.

          Bantuan tersebut diserahkan Marsekal Pertama TNI Drs. Epi Embu Agapitus langsung kepada jemaat Gereja Santa Maria Kupang. Dan disaksikan oleh Pendeta Rudy Tjung Lake, pengurus Sesilia dan Edy Ismail.

Kemudian bantuan juga diberikan kepada jamaah masjid serta dua gereja Protestan di Kabupaten Niki-Niki dan Kabupaten Malaka.

          Pendeta Rudy Tjung Lake menyatakan terima kasih atas bantuan yang diberikan rekan-rekan asal Bandung.

Dia berharap para jemaat bersama-sama berdoa menyatakan terima kasih kepada Tuhan yang telah membawa para donatur ke Kupang.

“Kita harus bersyukur kepada Tuhan karena telah menggerakkan banyak orang untuk mengulurkan tangan memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana,” ujarnya.

Jemaat gereja Protestan penerima bantuan cinta kasih dan Pendeta Rudy Tjung Lake berfoto bersama.

          Sedangkan Marsekal Pertama TNI Drs. Epi Embu Agapitus, MSi menyatakan bantuan ini didatangkan Tuhan lewat bantuan cinta kasih yang disumbangkan saudara kita yang peduli terhadap kondisi bencana di NTT.

“Sewaktu saya bertugas di Bandung, saya menjalin persaudaraan yang indah dengan saudara warga etnis Tionghoa. Oleh sebab itu saat kita mengalami kesulitan maka mereka akan ingat kepada kita,” ujarnya.

Warga penerima bantuan berfoto bersama.

Bantuan Rp100 juta ini seluruhnya dibagikan kepada warga masyarakat yang membutuhkan.

“Saya membentuk tim kerja kecil dan setelah berdiskusi lalu memutuskan untuk tidak membelikan bahan sembako bagi warga terdampak bencana. Kami berpendapat hal tersebut akan mengecilkan nilai bantuan sehingga tidak lengkap. Namun jika uang tunai yang dibagikan kepada warga maka mereka dapat membeli apa yang mereka butuhkan,” ujar Epi Embu Agapitus.

Pendeta Rudy Tjung Lake (kedua dari kiri) dan Marsekal Pertama TNI Epi Embu Agapitus (kedua dari kanan) berfoto bersama jamaah masjid penerima bantuan.

          “Kita jangan melihat banyak sedikitnya bantuan yang diberikan. Namun harus melihatnya dengan jelas, di masa sulit seperti ini masih ada saudara kita dari tempat yang jauh mengulurkan tangan memberikan bantuan. Sungguh suatu hal yang langka. Anda sekalian jangan pergunakan uang tersebut untuk membeli kopi atau lainnya. Namun harus membelikan beras, telur, berbagai macam sayur atau buah. Sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh untuk menghadapi wabah penyakit yang masih merebak hingga saat ini,” pesan Epi Embu Agapitus kepada warga penerima bantuan.

          Untuk pertanggung jawaban dan akuntabilitas, dia meminta kepada masyarakat penerima donasi untuk berfoto bersama. Untuk diperlihatkan kepada para donatur di Bandung dan kepada rekan-rekan yang dermawan untuk menyaksikan bantuan mereka ada di tangan para korban bencana sebenarnya. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp