Warga Singapura Patungan Rp 1,4 Miliar Bayari Denda Pengkritik Perdana Mentri

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Seorang blogger Singapura mengatakan, dia berhasil menggalang dana hampir 100.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,45 miliar, untuk membayar denda atas mencemarkan nama baik perdana menteri.

Blogger Leong Sze Hian itu digugat oleh PM Singapura Lee Hsien Loong, setelah mengunggah artikel di Facebook yang dianggap mencemarkan nama baik sang pemimpin “Negeri Singa” itu. Unggahan tersebut mencatut nama Lee Hsien Loong dengan skandal korupsi 1MDB di Malaysia.

Para kritikus mengatakan, kasus ini adalah contoh terbaru dari pemerintah yang berusaha membungkam penyampaian aspirasi secara online di Singapura. Pengadilan bulan lalu memenangkan gugatan Lee Hsien Loong, dan memerintahkan Leong Sze Hian membayar 133.000 dollar Singapura (Rp 1,43 miliar) ke PM, plus biaya-biaya yang belum ditentukan jumlahnya.

Leong kemudian membuka penggalangan dana, dan pada Minggu malam (4/4). Iaa berkata, lebih dari 2.000 orang menyumbang dan memenuhi jumlah dendanya dalam 11 hari.

“Kita mencapai 133k, terima kasih untuk semua warga Singapura,” tulisnya di Facebook.

“Berkat bantuan kalian kita memiliki keberanian untuk menghadapi mereka,” tulisnya lagi.

Artikel yang diunggah Leong awalnya diterbitkan di situs berita Malaysia. Ia menuduh Lee menjadi sasaran penyelidikan di Malaysia atas skandal korupsi 1MDB. Dana miliaran dollar AS diselewengkan dalam kasus itu, yang menyeret eks PM Malaysia Najin Razak dan komplotannya.

 Lee Hsien Loong kemudian menggugat Leong di pengadilan pada Oktober 2020, dengan menuduhnya membuat tudingan tak berdasar yang merusak integritas dan kejujuran pemerintah. AFP mewartakan, para pemimpin Singapura sering menuju pengadilan untuk menangani kritik, mulai dari lawan politik hingga media asing. Mereka bersikeras, tindakan semacam itu perlu dilakukan untuk melindungi reputasi mereka.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp