Warga Khawatir Api di Kilang Minyak Balongan Belum Padam

Asap hitam masih terlihat membumbung di lokasi kebakaran tangki kilang minyak Balongan.Hal ini membuat warga sekitar khawatir.

INDRAMAYU – Kobaran api di tangki kilang minyak  PT Pertamina VII Balongan, belum berhasil dipadamkan seluruhnya. Hal ini  membuat warga khawatir.

Hingga Jumat (2/4) pagi, kepulan asap hitam masih terlihat  di lokasi kebakaran. Namun kobaran sudah mengecil bila dibandingkan  dengan Kamis (1/4) malam.

Petugas gabungan dari pemadam kebakaran (Damkar) dan Pertamina, masih berjibaku untuk memadamkan api.

Meski api belum berhasil dipadamkan, penjagaan yang dilakukan aparat keamanan, baik polisi maupun TNI, di sekitar jalan utama di sekitar PT Pertamina RU VI Balongan, tidak lagi seketat beberapa hari sebelumnya. Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat sudah diperbolehkan melintas di jalan tersebut.

Kepulan asap hitam dari tangki kilang minyak PT Pertamina RU VI bisa dilihat secara kasat mata oleh pengendara.

Dari informasi yang dihimpun, kobaran api ini diduga muncul karena minyak (BBM) yang belum habis terbakar. Hingga kini, proses pemadaman di titik api itu masih dilakukan.

“Enggak hanya sisa minyak yang terbakar, terhalang oleh pulp penutup tangki karena tangkinya penyok,” kata Plt Sekertaris BPBD Kabupaten Indramayu, Caya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (2/4).

Untuk diketahui, sebelumnya Tim emergency Pertamina sudah melakukan upaya intensif memadamkan api. Seluruh titik api di 4 tangki T-301 berhasil dipadamkan pada Kamis kemarin.

Akan tetapi menjelang Kamis malam, kobaran api kembali muncul. Bahkan api mulai membesar. Sejumlah warga yang menyaksikan kejadian itu sempat panik dan khawatir api akan meluas.

“Khawatir mas. Sempat besar apinya tadi malam,” kata Tarkim, warga Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan, Indramayu, Jawa Barat, kepada MNC Portal Indonesia. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Pertamina RU VI Balongan, terkait munculnya titik api di lokasi kebakaran tangki.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp