Warga 3 Desa di Indramayu Mendadak Miliarder

Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Indramayu.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Indramayu, Ristendi Rahim mengungkapkan, uang pembayaran pelepasan lahan langsung masuk ke rekening warga yang menerima pembebasan lahan, Kamis (15/4).

“Proses pencairannya sekitar tiga jam setelah proses administrasi selesai dilakukan,” tegasnya.

Dia mengatakan, dari 531 warga yang lahannya dibebaskan tersebut, total luasnya mencapai 162,12 hektare.

“Kami berharap, warga tidak konsumtif dalam memanfaatkan uang hasil pembebasan lahan ini,” tuturnya.

Pada pencairan tahap kedua nantinya, ada warga di tiga desa yang giliran menerima pembayaran pembebasan lahan, yakni Desa Majakerta, Desa Balongan, dan Desa Limbangan, yang nilainya ditaksir lebih besar dari pada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Uang pemebasan lahan untuk pembangunan proyek Petrochemical Complex Jabar cair, sehingga warga di tiga desa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (Jabar), mendadak menjadi miliarder.

Wajah warga terdampak pembangunan proyek Petrochemical Complex Jabarsumringah saat proses penandatanganan pelepasan lahan pada Kamis (15/4) pagi. Mereka menerima uang pelepasan lahan senilai ratusan juta rupiah hingga Rp3 miliar.

Untuk pembayaran pelepasan lahan pada tahap pertama ini, total ada 531 warga di tiga desa di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang mendadak menjadi jutawan dan miliader, yaitu meliputi Desa Sukaurip, Desa Tegalsembadra, dan Desa Sukareja, Kecamatan Balongan. Pembayaran pelepasan lahan ini masih akan terus berlanjut sampai minggu depan. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Indramayu, hanya membatasi sebanyak 55 orang/hari untuk proses administrasi.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp