Wamendag Sebut Ada 11 Perjanjian Dagang Dalam Proses Negosiasi

Jerry Sambuaga. (Foto ist)

JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, sebanyak 11 perjanjian perdagangan internasional masih dalam proses negosiasi. Ia berharap sebagian dari perjanjian itu bisa rampung tahun ini.

“Mudah-mudahan kami bisa realisasikan minimal setengahnya dalam tahun ini,” ujar  Jerry dalam webinar Forum Strategi Pengembangan Ekspor Nasional dan Sosialisasi IA-CEPA, Selasa (23/3).

Ia menjelaskan, dari 11 perjanjian dagang tersebut, yang terbesar adalah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Perundingan yang mulai dibahas sejak 2016 ini diharapkan selesai pada 2021.

Saat ini Indonesia dan Uni Eropa sudah memasuki putaran ke-10 dalam membahas IEU-CEPA. Perjanjian ini diharapkan bisa meningkatkan investasi dan mendorong ekonomi Indonesia lebih berdaya saing. “Target kami, mudaha-mudahan IEU-CEPA bisa selesai tahun ini,”  ujarnya.

Lebih jauh Jerry mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menugaskan Kemendag untuk mempercepat proses perundingan perjanjian dagang. Sehingga, Indonesia bisa segera memanfaatkan fasilitas perdagangan dalam perjanjian tersebut untuk meningkatkan ekspor.

Jerry pun berharap, perjanjian dagang yang yang tengah diupayakan pemerintah, nantinya bisa dimanfaatkan pelaku usaha dengan optimal. Sebab tujuan dari adanya perjanjian dagang adalah menggeliatkan dunia usaha dalam negeri untuk masuk ke pasar global.

“Jadi bagaimana kita bisa memanfaatkannya sehingga bisa mengkapitalisasi, meningkatkan utilisasi, dan memonetisasi hasil dari produk-produk yang akan di ekspor ke luar negeri,” ujarnya. Secara rinci, 11 perjanjian yang sedang dalam proses tersebut, mencakup 8 perjanjian perdagangan baru serta 3 perjanjian yang telah berjalan dan sedang dikaji kembali. Perjanjian baru tersebut yakni IEU-CEPA, Indonesia-Turkey CEPA, Indonesia-Pakistan TIGA (peningkatan dari PTA), Indonesia-Bangladesh PTA, Indonesia-Tunisia PTA, Indonesia-Iran PTA, Indonesia-Mauritius PTA, Indonesia-Morocco PTA. Sedangkan perjanjian yang masuk dalam kajian yakni ASEAN Economic Community (AEC), ASEAN-India FTA (AIFTA), ASEAN-Australia-New Zealand FTA. ***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp