International Media

Senin, 23 Mei 2022

Senin, 23 Mei 2022

Wali Kota Ukraina dan Keluarga Diculik Lalu Dihabisi Pasukan Rusia

Wali kota Ukraina dan keluarganya ditemukan tewas usai diculik pasukan Rusia (Foto dari Twitter).

UKRAINA – Mayat Wali Kota salah satu desa Ukraina di luar Kiev dan suaminya serta putranya yang sudah dewasa ditemukan tewas di kuburan dangkal., ketiganya diculik oleh pasukan pendudukan Rusia. 

Ketiganya telah dilaporkan oleh orang lain sebagai orang diculik oleh Rusia pada 23 Maret lalu dan dibawa ke arah yang tidak diketahui.

“Walikota Desa Motyzhyn, Olga Sukhenko, dibunuh di tempat penangkapan dan penculikan oleh Rusia,” terang Wakil Perdana Menteri Ukraina, Iryna Vereshchuk dalam pidato pembunuhan Sukhenko.

“Ini adalah kejahatan perang,” lanjutnya.

“Yang bersalah pasti akan dihukum sesuai dengan hukum humaniter internasional,” ujarnya.

Vereshchuk mengatakan ada 11 wali kota dan kepala komunitas di tempat penanngkapan Rusia di seluruh Ukraina. Termasuk para pemimpin dari wilayah Kyiv, Kherson, Kharkiv, Zaporizhzhia, Mykolaiv, dan Donetsk.

“Kami menginformasikan tentang mereka dan tentang warga sipil tawanan lainnya kepada Komite Internasional Palang Merah, PBB dan organisasi internasional lainnya,” ungkapnya.

“Kami menuntut semua orang yang menjadi sandarannya untuk melakukan segala kemungkinan untuk memastikan warga sipil kami, walikota kami, pendeta kami, aktivis jurnalis dibebaskan,” terangnya.

Foto-foto yang meresahkan konon menunjukkan tubuh Sukhenko, suaminya, Ihor, dan putra pesepakbola mereka, Oleksandr, tergeletak di sebuah lubang di belakang sebidang tanah dengan tiga rumah yang digunakan pasukan Rusia sebagai barak darurat di luar desa Motyzhyn. Mayat tak dikenal lainnya ditemukan terkubur di dekatnya.

Seorang penduduk Motyzhyn, sekitar 31 mil sebelah barat Kyiv, sebelumnya mengatakan kepada The Associated Press, wali kota tewas usai dieksekusi Rusia bersama dengan suami dan putranya.

Penduduk kedua kota itu mengatakan kepada AP pada Minggu (3/4) bahwa pasukan Rusia menargetkan pejabat lokal dalam upaya untuk memenangkan mereka dan membunuh mereka jika mereka tidak bekerja sama.

Anton Herashchenko, mantan Wakil Menteri di Kementerian Dalam Negeri Ukraina, mengutuk bagaimana pasukan pendudukan Rusia menyiksa dan membunuh seluruh keluarga kepala desa.

“Para penjajah curiga mereka berkolaborasi dengan militer kami, memberi kami lokasi di mana untuk menargetkan artileri kami,” katanya, dikutip The Telegraph.

“Bajingan ini menyiksa, membantai dan membunuh seluruh keluarga. Mereka akan bertanggung jawab untuk ini,” lanjutnya.

Wali Kota desa tetangga Kopyliv mengatakan kepada The Telegraph, Sukhenko menunjukkan tanda-tanda penyiksaan. Yakni lengan dan jarinya patah.

Vadym Tokar, kepala dewan desa Makariv, yang juga bertetangga dengan Motyzhyn, mengatakan kepada surat kabar itu bahwa mayat-mayat itu awalnya dibiarkan tergeletak di lubang dan mereka tidak bisa mengeluarkannya karena khawatir mayat-mayat itu dipasangi ranjau yang bisa meledak. Jaksa Agung Ukraina Iryna Venedyktova mengatakan pada Minggu (3/5) bahwa mayat 410 warga sipil telah diambil dari Bucha, kota-kota tetangga Irpin dan Hostomel dan desa-desa kecil di sekitar Kyiv setelah pasukan Rusia ditarik kembali dari wilayah sekitar ibukota dalam beberapa hari terakhir.***

Osmar Siahaan

Komentar