International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

Wali Kota Eri Cahyadi dan Young Buddhist Association Nyatakan Surabaya Kota Aman untuk Beribadah

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kiri) menerima cenderamata dari Ketua YBA Indonesia Gondo Wibowo.

SURABAYA—Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan YBA (Young Buddhist Association), sepakat menyatakan bahwa Kota Pahlawan Surabaya dipenuhi dengan rasa toleransi antar umat beragama.

        Hal tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya, saat membuka “Sanghadana di Bulan Kathina” sebagai rasa syukur dan terima kasih kepada para Bhikkhu yang telah melaksanakan masa Vassa.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara Mindful Festival 2022 yang digelar YBA, di Tunjungan Plaza Surabaya Jumat (14/10) petang. 

Eri Cahyadi menyerahkan persembahan berupa kebutuhan hidup untuk para biksu dalam kegiatan “Sanghadana di Bulan Kathina”

        “Saya tegaskan bahwa Surabaya merupakan kota yang penuh toleransi. Berbagai etnis dan suku, serta semua agama ada di kota Surabaya. Dan semuanya hidup berdampingan dengan penuh selaras dan harmoni,” ujarnya. 

        Eri mengungkapkan, bahwa Surabaya adalah kota yang aman dan nyaman untuk beribadah, bagi semua agama. 

Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag RI Supriyadi (kiri) menerima cenderamata.

        “Di Surabaya, hubungan antar umat lintas agama, sangat erat dan sudah seperti saudara. Berkat doa anda semua, umat lintas agama. Surabaya menjadi kota yang aman, dan dijauhkan dari segala macam marabahaya dan malapetaka. Hari ini, semua biksu mendoakan kota Surabaya. Hingga Surabaya menjadi kota yang luar biasa,” ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua YBA Indonesia Gondo Wibowo mengatakan, jika tidak pernah ditemukan skat atau penghalang perbedaan dalam bermasyarakat di kota Surabaya. 

Doa bersama para biksu.

        “Meski masyarakatnya sangat heterogen, tetapi Surabaya penuh keharmonisan dan kebersamaan. Umat lintas agama saling menghormati dan menghargai. Ini harus kita gaungkan,” ucapnya. 

        Kegiatan “Sanghadana di Bulan Kathina” yang digelar oleh pemuda dan mahasiswa Buddhis se-Surabaya ini, juga diapresiasi oleh Direktur jenderal Bimbingan Masyarakat Budha Kemenag RI Supriyadi. 

Persembahan tarian sufi untuk memeriahkan acara.
Persembahan tarian tradisional untuk memeriahkan acara.

        “Saya bangga akan muda mudi budhis di Jawa Timur. Ini kegiatan fenomenal. Anak muda dapat menggelar kegiatan yang bagus. Dengan cara ini, masyarakat akan melihat dan memahami, bahwa ada tradisi-tradisi yang baik yang dilakukan di kota Surabaya,” pesannya. anto tze

Sukris Priatmo

Komentar