Wali Kota Depok Larang Kegiatan Buka Puasa Bersama

Wali Kota Depok Mohammad Idris.

JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengeluarkan aturan tentang larangan menggelar acara  buka puasa bersama pada  bulan Ramadhan dan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19.

Dalam aturan itu disebutkan, seluruh instansi pemerintah maupun swasta serta musala dan masjid tidak diperkenankan menggelar acara buka puasa bersama.

Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam surat edaran mengatakan menuliskan, larangan buka puasa bersama di musala dan masjid dan instansi pemerintah serta swasta, itu dilakukan untuk memastikan pencegahan penularan Covid-19.

“Acara buka puasa bersama di lembaga pemerintah, lembaga swasta, masjid, musala dan tempat lainnya ditiadakan,” tulis Idris dalam surat edaran tersebut, Kamis (8/4).

Meski begitu, Idris memperbolehkan sholat tarawih di masjid atau musala dengan ketentuan jumlah jamaah paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat ibadah. Kemudian jarak antarjamaah diatur minimal satu meter.

Jamaah sholat tarawih wajib mengenakan masker dan membawa perlengkapan ibadah sendiri. Jamaah juga harus merupakan warga setempat yang dapat diidentifikasi status kesehatannya dan tidak sedang dalam status positif aktif Covid-19.

“Bagi yang sedang flu, batuk, khususnya warga lanjut usia yang kurang sehat, sebaiknya sholat di rumah saja,” jelasnya.

Pengurus masjid dan musala harus menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun atau hand-sanitizer, melakukan penyemprotan desinfeksi secara berkala minimal 3 hari sekali.

Bacaan surat dalam shalat tarawih hendaknya menggunakan surat-surat pendek atau ayat-ayat lain maksimal 3 ayat. Ceramah shalat tarawih maksimal 10 menit. “Tidak melakukan kegiatan bersalaman setelah shalat. Kegiatan ibadah di masjid dan musala dibatasi maksimal hingga 21.00 WIB,” tuturnya.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp