International Media

Senin, 23 Mei 2022

Senin, 23 Mei 2022

Wakil Ketua Komisi IX DPR Minta Kemenkes Gencarkan Edukasi soal Hepatitis Akut

Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena.

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melki Laka Lena, meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggencarkan edukasi mengenai penyakit hepatitis akut yang masih misterius kepada masyarakat.

Ia mengatakan, langkah tersebut harus dilakukan agar masyarakat mengetahui secara detail terkait upaya pencegahan dan penanganan hepatitis akut tersebut.

“Kemenkes mesti memberikan panduan yang lebih rinci, lebih detail jelas terkait apa yang harus dilakukan dalam pencegahan dan apabila terkena (hepatitis) apa yang harus dilakukan. Karena ini penyakit baru, jadi panduan yang lebih detail dan kongkret dibutuhkan masyarakat agar masyarakat tidak bingung,” kata Melki saat dihubungi, Jumat (6/5).

Melki juga meminta pemerintah melibatkan para ahli epidemiologi agar dapat menjelaskan kepada masyarakat faktor risiko penyakit tersebut dan langkah-langkah antisipasinya.

“Bagaimana mereka (para ahli) memastikan penyakit ini dan bisa bersama-sama memberikan masukan kepada pemerintah bagaimana mengantisipasi penyakit Hepatitis akut ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Melki mengatakan, kasus kematian anak yang diduga akibat Hepatitis akut ini akan dibahas dalam agenda rapat di Komisi 9.

“Ini akan jadi salah satu rapat awal kami dengan Kemenkes, pasti akan membahas,” ucapnya.

 Sebelumnya diberitakan, sebanyak tiga pasien anak yang dirawat di RS Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta meninggal dunia diduga karena terjangkit Hepatitis akut misterius. Saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih melakukan investigasi mengenai penyebab kejadian Hepatitis Akut misterius ini melalui pemeriksaan panel virus lengkap

. Juru Bicara Kemenkes Situ Nadia Tarmizi meminta masyarakat berhati-hati selama masa investigasi ini.

“Selama masa investigasi, kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang,” kata Nadia dalam keterangan resmi yang diterima wartawan pada Minggu (1/5) lalu. Nadia menyampaikan, ketiga pasien yang meninggal ini merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Pihaknya menyebutkan, Kemenkes telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua minggu terakhir usai WHO menyatakan kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak yang belum diketahui penyebabnya ini ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga