Wagub DKI Minta Masyarakat Patuhi Penggunaan Jalur Sepeda

Jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman-Thamrin.

JAKARTA  – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) ingin sepeda dijadikan sebagai alat transportasi. Sehingga sepeda tidak hanya untuk berolahraga atau rekreasi saja. Karena itu, Pemprov DKI terus meningkatkan jumlah jalur sepeda.

Seperti diketahui bahwa di Jakarta sudah ada jalur sepeda permanen. Hanya saja, jalur khusu untuk sepeda yang berada di Jalan Sudirman-Thamrin masih kerap diterobos pengemudi sepeda motor. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk mematuhinya.

“Pertama kita bersyukur DKI Jakarta tahun ini terus meningkatkan jumlah jalur sepeda. Tahun ini juga akan kami kembangkan sampai 80 km. Ini satu prestasi dalam rangka memberikan kesempatan bagi pesepeda di jalur-jalur utama termasuk Jalur Sudirman-Thamrin. Kami ingin ke depan masyarakat kita menggunakan sepeda tidak hanya untuk kepentingan olahraga, rekreasi, tetapi ke depan bisa menjadi alat transportasi,” kata Ariza di Jakarta, Senin (8/3).

Ia  berharap masyarakat bisa menggunakan sepeda sebagai alat transportasi penunjang aktivitas sehari-hari.

“Tugas pemprov menyiapkan regulasi, menyiapkan koridor. Tugas masyarakat patuh dan taat pada regulasi yang ada, pada aturan yang ada. Semuanya tidak bisa ditimpakan kepada pemprov. Kami butuh kerja sama yang baik dari masyarakat,” tambahnya.

“Tugas kami menyiapkan tempatnya, sarananya, koridornya, regulasi dan sebagainya, tugas masyarakat patuhi, taati agar tertib, disiplin dan memberi kesempatan semua. Yang pesepeda di jalurnya, tidak boleh menggunakan jalur lain. Sepeda motor juga jangan mengganggu jalur sepeda. Jadi masing-masing. Pejalan kaki ada di trotoar. Jangan pesepeda masuk ke trotoar. Apalagi motor masuk di trotoar,” kata Ariza lebih lanjut.

Ariza menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya membangun sebuah ekosistem transportasi yang baik agar bisa melayani masyarakat.

“Tidak boleh, jadi semua sudah kita atur ada kereta, ada LRT, ada MRT, ada busway, ada angkot, taksi, dan lain-lain ojek sampai sepeda motor semuanya sudah kita atur. Tugas pemprov membuat master plan transportasi sebaik mungkin. Dan alhamdulillah kita sudah keluar dari 10 besar dari kota macet. Mencapai sudah 31 ranking 31,” kata Ariza.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp