Viral, Warga Diusir dari Masjid Karena Memakai Masker Berakhir Damai

Ilustrasi Korona.

KOTA BEKASI – Seorang pria bernama Roni Oktavianto diusir saat akan Shalat di Masjid Al Amanah di jalan Kp Tanah Apit RT 02 RW 09 Kelurahan Medan Satria Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi, Jawa Barat. Ia diusir pengurus masjid karena menggunakan masker. Kedua belah pihak sudah sepakat berdamai.

Roni diusir Ketua DKM, Ust Abdul Rahman saat hendak Shalat Zuhur pada Selasa (27/4) lalu. Dalam siaran pers Humas Pemkot Bekasi, Senin (3/5) disebutkan, Kapolsek Medan Satria Kompol Agus Rohmat dan jajaran, Camat Medan Satria, Lia Erliani  langsung melakukan mediasi antara kedua pihak setelah pihaknya menerima laporan dari Roni di hari yang sama.

Agus Rohmat mengatakan, jajarannya telah menegur dan menghimbau pengurus DKM Masjid Al Almanah agar tidak melarang jemaah untuk menggunakan masker saat melakukan ibadah sholat karena saat ini masih dalam situasi Pandemi Covid- 19. Disiplin menggunakan masker merupakan langkah protokol kesehatan 5M guna menghindari penyebaran Covid-19.

Kesepakatan yang dicapai kedua belah pihak yakni sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara damai dan musyawarah, pihak DKM tidak akan melakukan pelarangan lagi dalam penggunaan masker di Masjid Al Amanah, dibuatkan surat kesepakatan bersama yang ditandatangani keduabelah pihak.

Sementara, Roni Octavianto dalam mediasi tersebut menjelaskan dirinya mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan dan membuat dirinya tersinggung karena diusir lantaran menggunakan masker ke dalam masjid. 

Atas perlakuan itu, ia melapor ke kepolisian  dengan harapan agar pihak DKM Masjid lebih memerhatikan protokol kesehatan selama pandemi covid-19 dan kejadian pengusiran tidak kembali terjadi pada jamaah lain yang mau beribadah. 

Dari laporan yang diterima saat mediasi tersebut, Ketua DKM Masjid Al Amanah, Ustd. Abdul Rahman, menyampaikan permohonan maafnya kepada Roni atas kejadian pengusiran dan ia menilai tindakannya tersebut bukan bermaksud kasar. 

Ia menegaskan di Masjid Al Amanah menerapkan peraturan larangan masker karena tidak ingin menyamakan masjid dengan pasar. Ia yakin bahwa Allah SWT melindungi kita semua yang berada di dalam masjid. 

Atas kejadian tersebut, kedepannya ia tidak akan melarang lagi penggunaan masker di dalam masjid karena merupakan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Hal ini juga disampaikan Ustad Abdul Rahman saat memberikan testimoninya disaksikan Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Alfian Nurrizal dan Danramil 01/Kranji Mayor Inf Choirul Anam, dan Camat Medan Satria Lia Erliani. 

Dalam testimoninya Ust Abdul Rahman menyampaikan permohonan maaf atas kesalahannya terlebih kepada masyarakat Indonesia dan masyarakat Medan Satria khususnya. 

Setelah pertemuan medisi itu, pihaknya siap menaati yang digariskan pemerintah terkait protokol kesehatan memakai masker dan mengatur jarak. Semoga kejadian ini ada hikmahnya untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan kita bersama. 

Sementara itu, Camat Medan Satria Lia Erliani mengatakan pihaknya mendapatkan dua laporan pengaduan pelarangan pengunaan masker di Masjid Al Amanah. 

Pertama, kejadian yang dialami Roni pada 27 April 2021 dan laporan warga yang diterima Tim Lapor Covid-19 Kota Bekasi pada 14 April 2021 terkait pelanggaran protokol kesehatan tidak menjaga jarak saat shalat tarawih berjamaah di Masjid Al Amanah dan pengusiran warga yang memakai masker. 

Pihak kecamatan Medan Satria, unsur Polsek dan petugas pamor, sebut Lia,  telah melaksanakan himbauan kepada ketua DKM Masjid Al Amanah. /-mdl

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp