International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

Viral, Topi ‘Anti-Nyontek’ Dipakai Sejumlah Mahasiswa saat Ujian  

Hindari menyontek, para mahasiswa menggunakan topi 'anti-kecurangan' saat ujian di salah satu perguruan tinggi di Filipina.

Foto sejumlah mahasiswa yang mengenakan apa yang disebut “topi anti-nyontek” selama ujian di salah satu perguruan tinggi telah menjadi irak di media sosial (medsos) di Filipina. Foto ini pun menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat.

Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Legazpi diminta untuk mengenakan penutup kepala untuk mencegah mereka mengintip atau menyontek kertas ujian orang lain.

Banyak yang menanggapi dengan membuat alat buatan sendiri dari kardus, kotak telur, dan bahan daur ulang lainnya.

Salah satu guru atau tutor mereka mengatakan kepada BBC bahwa dia telah mencari “cara yang menyenangkan” untuk memastikan “integritas dan kejujuran” di kelasnya.

Mary Joy Mandane-Ortiz, seorang profesor teknik mesin di Bicol University College of Engineering, mengatakan gagasan itu “sangat efektif”.

Hal ini diterapkan untuk ujian tengah semester baru-baru ini, yang diikuti oleh ratusan mahasiswa di perguruan tinggi pada minggu ketiga Oktober.

Prof Mandane-Ortiz mengatakan permintaan awalnya adalah agar siswa membuat desain “sederhana” dari kertas.

Dia terinspirasi oleh teknik yang dilaporkan digunakan di Thailand beberapa tahun sebelumnya.

Pada 2013, sebuah foto menjadi viral muncul untuk menunjukkan sebuah ruangan mahasiswa di Bangkok mengambil kertas ujian sambil mengenakan “penutup telinga” , yakni lembaran kertas menempel di kedua sisi kepala mereka untuk mengaburkan penglihatan mereka.

Prof Mandane-Ortiz mengatakan engineer-in-training-nya mengambil ide itu dan menjalankannya – dalam beberapa kasus berinovasi tutup kepala yang rumit dalam “hanya lima menit” dengan sampah apa pun yang mereka temukan tergeletak di sekitar.

Siswa lain mengenakan topi, helm, atau topeng Halloween untuk memenuhi brief tersebut.

Serangkaian posting Facebook profesor – menunjukkan anak-anak muda mengenakan kreasi rumit mereka – mengumpulkan ribuan suka dalam hitungan hari, dan menarik liputan dari outlet media Filipina.

Mereka juga dilaporkan mengilhami sekolah dan universitas di bagian lain negara itu untuk mendorong siswa mereka sendiri untuk membuat penutup kepala anti-kecurangan.

Prof Mandane-Ortiz mengatakan anak didiknya tampil lebih baik tahun ini, didorong oleh kondisi ujian yang ketat untuk belajar ekstra keras. Banyak dari mereka menyelesaikan tes mereka lebih awal, dan tidak ada yang ketahuan menyontek tahun ini. ***

Osmar Siahaan

Komentar