Vinautism Gallery Tampilkan Puluhan Karya Vincent Semangati Anak Autis untuk Berkarya

Puspita Dewi Prijadi, Vincent dan Rudy Purwono.

SURABAYA–Anak yang lahir berkebutuhan khusus, seperti autisme sering menimbulkan stigma negatif di tengah masyarakat. Oleh karenanya dibukalah Vinautism Gallery yang memamerkan 34 lukisan aliran Pop Art karya Vincent Prijadi Purwono.

Vincent dan keluarga di depan Vinautism Gallery.
Puspita Dewi Prijadi membagikan tas bergambar lukisan karya Vincent.

Prosesi pembukaan Vinautism Gallery dimeriahkan dengan gowes bareng diikuti lebih dari 40 pesepeda dengan start di depan Universitas Ciputra pada Senin (29/3) pagi.

Menariknya, para pesepeda mengenakan seragam kaos olahraga atau jersey sepeda bergambar lukisan karya Vincent Prijadi Purwono.

Puspita Dewi Prijadi, Rudy Purwono, Samantha Prijadi Purwono, Vincent bersama para pesepeda.

Dalam acara tersebut juga dibagikan masker dan tas bergambar lukisan karya Vincent. Pembukaan Vinautism Gallery dilaksanakan pukul 7 pagi, dimana seluruh pesepeda menuju gallery yang berada di Ruko G-Walk Junction TL6/11 Citraland Surabaya.

Vincent Prijadi Purwono cucu dari Tsang Joshua Ardy dan Puspita Dewi Prijadi Presiden Direktur PT Matahari Sakti. Vincent adalah putra kedua dari pasangan Rudi Purwono dan Margie Prijadi. Vincent memiliki kakak bernama  Samantha Prijadi Purwono dan adiknya bernama Nicole Prijadi Purwono. Vincent.

Pengunjung menyaksikan lukisan karya Vincent.

Puspita Dewi Prijadi menjelaskan Vincent adalah cucu kedua dari keluarga besar Prijadi. Sejak berusia 2 tahun, Vincent terdeteksi autis.

“Sekeluarga syok namun, kami membimbing Vincent yang sejak kecil terlihat memiliki bakat melukis. Dia paling suka melukis kereta api. Anak autis suka hal yang bergerak,” jelas Puspita Dewi Prijadi.

Bahkan lukisan Vincent menjadi koleksi Stasiun Gubeng Surabaya. Vincent juga diundang saat pembukaan Stasiun MRT Jakarta dan menyerahkan lukisan. “Seiring dengan berjalannya waktu, karya Vincent  semakin banyak tidak hanya kereta api dan pesawat terbang, tapi juga tokoh, bahkan melukis saya,” tutur Puspita Dewi Prijadi, sambil menunjukkan lukisan Vincent.

“Saya sangat suka melihat karyanya. Saya berharap Vincent terus berkarya memotivasi anak seperti dia. Supaya keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus tidak bingung, tapi bisa menyalurkan hobinya, sehingga membuat anak itu mandiri,” imbuhnya.

Rudy Purwono mengatakan pembukaan Vinautism Gallery, karena Vincent di sekolah merasa stress, lebih suka melukis di rumah, karena ruangannya tidak cukup maka dibukakan gallery di ruko. Selama 3 tahun Vincent berkarya dan semakin bagus pendidikannya.

“Keberadaan Vinautism Gallery untuk berbagi pengalaman kepada para orangtua yang memiliki anak autis agar ditangani sejak dini,” terang Rudy Purwono ingin mengubah stigma autis yang dianggap jelek, agar masyarakat luas bisa menerima keberadaannya.

Rudy Purwono mengatakan kedepannya, Vinautism Gallery terus memamerkan karya terbaru Vincent, membuat jersey, tas, masker, baju dan sebagainya yang diambil dari lukisan karya Vincent.

Rudy Purwono bersama grup pesepeda memakai jersey bergambar karya lukis Vincent.

Tori, guru yang menangani Vincent sejak berusia 2 tahun hingga sekarang, mengatakan kebanyakan karya lukis Vincent  tentang kereta api dan pesawat, karena menggambarkan besar, cepat dan kekuatan yang rumit tapi bisa dijalankan. Masih penjelasan Tori, Vinautism Gallery setiap bulan mengadakan lomba lukis  dan karya lukis pemenang dipajang di gallery .

“Vinautism Gallery menyebarkan semangat melukis  anak-anak Indonesia.  Juga sebagai tempat belajar dan para orang tua bisa bertanya bagaimana menangani anak autis di sini. Melukis sebagai terapi anak autis, sehingga berkembang lebih baik,” tambah Tori.

Kepada awak media, Vincent mengakui dirinya suka melukis kereta sejak SD. Dia suka melukis di gallery dengan melihat foto yang ada pada Ipadnya, kemudian dituangkan dalam kanvas. Setiap hari, Vincent melukis disiarkan secara live di Instagram dari jam 10 hingga jam 2 siang. vivi

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp