International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Vale Gandeng Huayou Garap Smelter Penghasil Bahan Baku Baterai

JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk bakal membangun smelter nikel berteknologi tinggi di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Smelter ini bakal mengolah bijih nikel limonit menjadi produk Mixed Hydroxide Precipitate atau MHP.

Pengolahan nikel dilakukan dengan teknologi High Pressure Acid Leaching atau HPAL. Produk MHP sendiri, diketahui bisa digunakan sebagai salah satu komponen baterai, yang bisa digunakan untuk kendaraan listrik.

CEO Vale Indonesia Febriany Eddy mengatakan smelter HPAL ini akan dikerjasamakan dengan perusahaan asal RRT, Zhejiang Huayou Cobalt Company atau akrab disebut Huayou. Smelter itu akan mengolah bijih nikel limonit menjadi produk MHP dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 60.000 ton.

“Perjanjian kemitraan in merupakan katalis lain untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan dari sumber daya nikel kelas dunia Indonesia,” kata Febriany dalam konferensi pers di Jakarta.

Kerja sama kedua pihak telah dimulai awal tahun ini dan Huayou telah melakukan studi kelayakan. Studi kelayakan telah disimpulkan dengan hasil positif.

Dengan demikian kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan kerja sama dengan menandatangani The Heads of Agreement (HoA) yang menjadi acuan untuk kesepakatan lebih lanjut yang ditandatangani Selasa (13/9).

Salah satu poin terpenting dari kerja sama ini adalah komitmen para pihak untuk mencapai netralitas karbon pada 2050 dan kesepakatan untuk bekerja sama dalam meminimalkan emisi karbon. Huayou akan berdiskusi lebih lanjut dengan PT Vale untuk mempelajari alternatif energi rendah karbon.

Dilansir dari keterbukaan informasi, nilai investasi proyek smelter HPAL di Sorowako ini ditaksir senilai US$1,8 miliar atau sekitar Rp26,73 triliun (kurs Rp14.850) dengan perkiraan masa pengerjaan hingga 2026.***

Vitus DP

Komentar

Baca juga