Vaksinasi ke-2 yang Digelar Perhimpunan INTI Bali dan IKBS Diharapkan Percepat Upaya Pemulihan Perkenomian Bali

PENYEMATAN PIN INTI: Ketua PKKS Beny Agustinus oleh Pandita Kayan (Pendiri - Pembina IKBS), Waka Pakakabar Bali Benny oleh Logen Widjaja (Pembina - Pendiri INTI Bali), Ketua PEXI Bali & 6 Marga Awaluddin Ahai oleh Prof Suli (Ketua Dewan Pakar - Pendiri INTI Bali).

DENPASAR–Vaksinasi massal ke-2 yang diselenggarakan Perhimpunan INTI (Indonesia Tionghoa) Bali bersama IKBS (INTI Klub Bali Sehat) diharapkan dapat mempecepat upaya pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali yang sudah setahun lebih mengalami tekanan berat.

Ketua FKUB Bali, Ketum FKUB Indonesia yang juga Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Prov Bali ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.
Bhagawanta Gubernur Bali, Ratu Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun.

Vaksinasi yang semakin gencar dilakukan oleh berbagai pihak termasuk INTI-IKBS sangat penting dalam pembentukan herd immunity (kekebalan kelompok), sehingga dapat menekan penyebaran Covid-19 dan mewujudkan Bali menjadi zona hijau.

          Bagaimanapun juga Bali masih tergantung pariwisata sehingga vaksinasi sebagai kunci dalam memulihkan ekonomi yang sedang terpuruk adalah langkah yang tepat disamping tetap menerapkan disiplin prokes yang ketat.

          Ratusan peserta dengan busana adat Bali dan masker merah putih memasuki Hongkong Garden Restauran untuk melakukan Vaksinasi Covid-19 ke-2 yang difasilitasi INTI Bali dan IKBS.

Prof.Dr.Ir. Sulistyawati berfoto bersama panitia penyelenggara.

          “Vaksinasi ke-2 di ruang yang nyaman ini berjalan dengan sangat rapi, tertib dan memenuhi standar disiplin prokes yang ketat. Tercatat sebanyak 300 orang dari berbagai elemen masyarakat,” kata Ketua Bidang Humas INTI Bali Astika Wiguna didampingi Andoyo Tanujaya usai melaksanakan vaksinasi kedua di Denpasar, Kamis (22/4) lalu.

Peserta vaksin mengenakan pakaian adat Bali sebagai upaya mensukseskan Program Gubernur Bali, Hari Kamis pakaian adat Bali.

Pada kesempatan itu hadir Ketua INTI Bali Sudiarta Indrajaya, Pendiri INTI Bali dan IKBS Prof. Sulistyawati, Logen Widjaya, pandita Liemanuel Kartika, pandita Made Suartana, Ketua Perkumpulan Kematian Kertha Semadi, Budi Hariyawan, Ketua PEXI Bali, Awaludin Ahai, Wakil Ketua Pakakabar Bali, Beny Agustinus, Koordinator Komunitas Bagansiapi-api dan Pesisir di Bali, Salman, Ketum Paguyuban Etnis Nusantara AA Bagus Ngurah Agung.

          Mewaspadai munculnya tsunami covid-19 di India, Astika  mengingatkan masyarakat Bali agar selalu menjaga komitmen protokol kesehatan dengan disiplin.

“Hal ini untuk mencegah klaster dan gelombang baru,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu Pembina IKBS yang juga Staff ahli ketua DPRD Bali, Komang Gde Subudi,S.H memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan vaksinasi INTI-IKBS. Panitia menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan pengaturan peserta vaksin agar tidak terjadi kerumunan, bahkan peserta juga diberikan hiburan live musik sehingga peserta merasa nyaman dan tenang.

Subudi semakin optimis Bali bisa segara pulih dan bangkit setelah keran patiwisata dibuka pasca pandemi.

          Hal senada disampaikan Ketua FKUB Bali Ida Pengelingsir Agung  Putra Sukahet.

“Ratu merasa sangat senang dan bahagia karena vaksinasi INTI Bali-IKBS sudah berjalan tertib dan teratur,” ujarnya.

          Ratu yang juga Ketua/Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Bali ini menyatakan kekagumannya atas kesadaran  warga INTI-IKBS yang sangat proaktif menyukseskan program vaksinasi Pemerintah, dalam mempercepat pemulihan kesehatan dari ancaman Covid-19 dan membangkitkan ekonomi.

Peserta dengan mengenakan pakaian adat Bali antusias menerima vaksin dari petugas Kesehatan.

          Di sela – sela acara vaksinasi ini Ratu Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pemayun seorang Sulinggih yang merupakan bhagawanta gubernur Bali, menyatakan acara vaksinasi yang digelar INTI Bali sungguh luar biasa, sangat bersahaja, ada rasa persahabatan yang begitu tinggi, ada kebahagiaan dalam acara ini.

Rasa kebahagiaan ini yang harus ditumbuhkan diseluruh masyarakat karena dengan rasa kebahagiaan, kebersamaan dan persaudaraan itu akan mampu menumbuhkan imun gen yang ada di dalam tubuh manusia.

          Vaksinasi yang digelar saudara saudara dan anak anak Shri Bhagawan di INTI Bali ini juga sangat mendukung program pemerintah meskipun vaksin yang diberikan terbatas.

Pesan dan harapan Shri Bhagawan kepada seluruh jajaran pemerintah agar dapat membantu terus memberikan distribusi vaksin kepada masyarakat Bali, termasuk INTI Bali.

Shri Bhagawan juga akan selalu berdoa bersama gubernur Bali dan tokoh tokoh masyarakat agar tercipta keharmonisan. ***

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp