Vaksinasi Covid-19 Indonesia Tembus Angka 50 Juta Suntikan

JAKARTA(IM) – Vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah menembus angka 50 juta suntikan, demikian diungkapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
“Saya sampaikan adalah bahwa program vaksinasi di Indonesia sudah berjalan cukup cepat akhir-akhir ini. Data terakhir saya lihat kita sudah menembus 50 juta suntikan dan mencapai 52 juta suntikan,” ungkap Budi secara virtual, Minggu (11/7).
“10 juta pertama kita capai dalam waktu 8 minggu, 10 juta berikutnya dalam waktu 4 Minggu, dan sebagai informasi Bapak, Ibu, 10 juta yang terakhir sudah kita capai dalam 12 hari,” kata Budi.
Budi pun mengharapkan vaksinasi Covid-19 di Indonesia terus-menerus menambah jumlah suntikan dan orang yang disuntik ke depannya supaya lebih cepat lagi.
“Per kemarin sudah 38 juta rakyat Indonesia mendapatkan vaksinasi yang pertama atau 20% dari total target populasi suntik yaitu sebesar 181,5 juta rakyat Indonesia,” kata Budi.
Bahkan, kata Budi, beberapa provinsi seperti Bali sudah lebih dari 70% rakyatnya menerima suntikan yang pertama. “Demikian juga untuk DKI Jakarta sudah lebih dari 50% rakyatnya mendapatkan suntikan pertama,” paparnya.
“Saya melihat ini adalah suatu pesta yang komparable dengan banyak negara-negara bagian atau provinsi-provinsi atau kota-kota besar event di negara maju di seluruh dunia untuk bisa lebih dari 70% atau 50% mendapatkan suntikan yang pertama,” katanya.
Budi pun mengharapkan dengan datangnya Moderna hari ini, bisa mempercepat vaksinasi.
“Bapak ibu ketahui dari 363 juta dosis yang harus kita suntikan, di Juni kita menerima 70 juta dosis. Jadi di semester kedua ini akan ada lebih dari 290 juta dosis yang datang yang harus kita suntikkan dalam 6 bulan. Jadi laju penyuntikannya akan lebih cepat,” ungkapnya.
Sementara itu, mulai hari ini Senin (12/7) masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi secara mandiri bisa membeli vaksin di klinik Kimia. Hal itu diberlakukan atas dasar hasil riset oleh sejumlah lembaga.
Hasil riset tersebut mencatat banyaknya permintaan dari kelompok masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi secara individu agar segera mendapatkan perlindungan kesehatan pribadi. Kimia Farma rencananya akan membuka klinik Vaksinasi Gotong Royong (VGR) sebagai bagian dari percepatan pembentukan kekebalan komunal (herd immunity) sehingga pemulihan perekonomian nasional dapat berjalan lebih cepat.
“Pelayanan vaksinasi individu oleh Kimia Farma Group merupakan upaya untuk mengakselerasi penerapan Vaksinasi Gotong Royong dalam membantu program vaksinasi Indonesia untuk mencapai herd immunity secepat-cepatnya,” ujar Wakil Menteri BUMN Pahala N. Mansury dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (11/7).
Bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi secara mandiri bisa melakukan pendaftaran melalui call centre Kimia Farma di nomor 1-500-255 atau melalui website www.kimiafarmaapotek.co.id. Pendaftar kemudian bakal diarahkan untuk melakukan langkah selanjutnya melalui koneksi WhatsApp.
Adapun delapan Klinik Kimia Farma yang akan menjual vaksin di tahap awal yaitu:

  • Jakarta KF Senen, kapasitas 200 orang per hari.
  • Jakarta KF Pulogadung, kapasitas 200 orang per hari.
  • Jakarta KF Blok M, kapasitas 100-200 orang per hari.
  • Bandung KF Supratman (Drive Thru), kapasitas 200 orang per hari.
  • Semarang KF Citarum, kapasitas 100 orang per hari.
  • Solo KF Sukoharjo, kapasitas 500 orang per hari.
  • Surabaya KF Sedati, kapasitas 200 orang per hari.
  • Bali KF Batubulan, kapasitas 100 orang per hari.
    Harga vaksin covid-19 yang dijual Kimia Farma ditetapkan sebesar Rp321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 per dosis.
    Artinya untuk sekali vaksinasi, masyarakat harus merogoh kocek sebanyak Rp439.570. Dengan demikian, untuk dua kali vaksinasi, seseorang bakal menghabiskan uang sebanyak Rp879.140. ***
Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp