International Media

Minggu, 26 Juni 2022

Minggu, 26 Juni 2022

Upacara Pengsakralan dan Penempatan Pratima Kwan Im Phosat Tangan Seribu Vihara Maha Giri Buddha, Tanjung Pinang

Maha Bhiksu Dutavira Sthavira bersama Irman dan keluarga serta seluruh undangan yang mengikuti upacara.

TANJUNG PINANG (IM)—YM.Dr. (H.C) Maha Bhiksu Dutavira Sthavira memimpin upacara Pengsakralan dan Penempatan Pratima Kwan She Im Phosat Tangan Seribu yang berada di Vihara Maha Giri Buddha, Jalan Cenderawasih Km 8 Tanjung Pinang, Sabtu (18/6).

YM.Dr.(H.C) Maha Bhiksu Dutavira Sthavira memimpin upacara Pengsakralan dan Penempatan Pratima Kwan She Im Phosat Tangan Seribu.
Irman menceritakan bagaimana proses dibangunnya vihara kepada para undangan.

         Turut serta di acara tersebut, para Pendiri/PengurusVihara, Irman, Bani, Marjuky, Yvonne Mardiana,  Edwin Hendry, Heri Yeo, serta tamu khusus, Singke, Efendi Hansen, Johan Nurdin, Cintarso , Budiman dan Umat Vihara Maha Giri Buddha.

         Irman menjelaskan bahwa pembangunan Vihara Maha Giri Buddha  adalah untuk mewujudkan janji kepada orang tuanya agar  vihara bukan hanya sebagai tempat ibadah keluarga tapi juga untuk tempat ibadah bagi masyarakat Buddhis di Tanjung Pinang.

(ki-ka) Johan Nurdin, Heri Yeo, Yvonne Mardiana, Marjuky, Irman, Bani, Edwin Hendry danEfendi Hansen membuka selubung dari Pratima Kwan She Im Phosat Tangan Seribu dalam rangkaian jalannya upacara.

Pembangunan Vihara Maha Giri Buddha dimulai dari tahun 2011, namun peletakan batu pertama dimulai tahun 2010 sampai saat ini belum selesai karena terkendala pandemi Covid-19, juga masih ada komponen dari Tiongkok  yang masih ditunggu pengirimannya.

Semua pekerjaan dilakukan secara bertahap, luas keseluruhan tanah yaitu 5 ha.Sejak awal pembangunan tetap dilakukan ibadah, walaupun tempatnya tidak sempurna.

Efendi Hansen berdiskusi bersama Irman dan undangan yang hadir sebelum upacara dimulai.
Irman menceritakan bagaimana proses dibangunnya vihara kepada para undangan.

“Pada kesempatan ini kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar Pembangunan Vihara Maha Giri Buddha dapat segera selesai semuanya, sehingga secepatnya dapat diresmikan,”ujar Irman.

Maha Bhiksu Dutavira Sthavira bersama Irman dan Singke.

         YM.Dr.(H.C) Maha Bhiksu Dutavira Sthavira sebelum memimpin upacara Pengsakralan dan Penempatan Pratima Kwan Im Phosat Tangan Seribu dimulai, beliau memberikan ceramah Dharma  tentang , Kwan Im Phosat yang tangannya seribu matanya seribu, menjadi maskot yang mengandung arti bahwa bila seorang sudah berhasil, dia dapat memotivasi orang lain, memberi makan orang lain.

Irman bersama tamu undangan berfoto bersama sebelum upacara­.

“Karena itu sebagai orang, harus punya kepedulian, kalau kerja mesti ada care, mesti fokus bisa sadar diri, cerdas, mengerti, bila sudah mengerti harus tekun”, tutur Maha Bhiksu Dutavira Sthavira.

Gedung tempat upacara Pengsakralan dan Penempatan Pratima Kwan She Im Phosat Tangan Seribu.

Acara dimulai dengan penghormatan kepada Para Buddha dan dilanjutkan dengan pembukaan kain selubung pada Pratima Kwan Im Phosat Tangan Seribu dan membacakan Mantra dan Sutra serta Pemberkahan kepada Para Pendiri/ Pengurus oleh Maha Bhiksu Dutavira Sthavira. (spn)

Sukris Priatmo

Komentar

Baca juga