International Media

Kamis, 19 Mei 2022

Kamis, 19 Mei 2022

Undang Pasangan Gay, Anggota DPR Desak Kominfo Take Down Podcast Deddy Corbuzier

Heboh, podcast Deddy Corbuzier undang pasangan gay.

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR Muhammad Iqbal mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencabut atau take down konten podcast Deddy Corbuzier yang menghadirkan pasangan LGBT, Ragil Mahardika dan dan Frederik Vollert Ragil.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu memandang tayangan konten tersebut bepotensi membuat LGBT dan pernikahan sesama jenis meningkat di Indonesia. Padahal, hal itu bertentangan dengan agama dan hukum yang berlaku di negeri ini.

“Kami meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menurunkan (take down) video yang diposting pada 7 Mei 2022 itu,” kata Iqbal dalam keterangannya, Senin (9/5).

Menurutnya, Kominfo berwenang untuk mencabut video bermuatan yang bertentangan dengan hukum. Bahkan, jika perlu pemerintah memproses hukum semua pihak yang melakukan promosi LGBT dan pernikahan sesama jenis.

“Termasuk Deddy Corbuzer yang tak hanya promosikan pasangan Gay namun juga pernikahan sesama jenis yang dilarang dalam undang-undang,” ujarnya.

Dia menambahkan, kebebasan berekspresi di media sosial berbasis internet ada batasannya. Sehingga, tidak boleh melanggar hukum dan norma yang berlaku di Indonesia.

Mencabut video itu, dalam pandangannya, sudah sesuai dengan aspirasi masyarakat Indonesia yang resah karena telah memberikan ruang ekspresi untuk pasangan LGBT dan pernikahan sesama jenis itu. Terlebih, perilaku menyimpang di Indonesia itu dikecam keras lantaran tidak sesuai dengan norma-norma kehidupan masyarakat Indonesia yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

Selain itu, Iqbal menganggap bahwa promosi atau propaganda LGBT dan pernikahan sesama jenis yang dilakukan Deddy memiliki dampak sangat besar, mengingat dia adalah Youtuber yang memilki jutaan subscriber dan videonya ditonton jutaan orang. Propaganda itu membuat banyak kaum LGBT tak segan mengekspresikan orientasi seks menyimpangnya di tengah masyarakat.

“Bukan tidak mungkin propaganda itu akan membuat jumlah LGBT di Indonesia semakin besar. Jangan sampai kaum LGBT merasa berhak untuk mengekspresikan orientasi seksual menyimbang mereka dan merusak moral dan tatanan masyarakat Indonesia,” tandasnya.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga