Trofi Copa America ke-15 untuk Argentina

Timnas Argentina dengan trofi Copa America 2021. (Foto: ist)

RIO DE JANEIRO  – Argentina meraih trofi bergengsi ajang sepak bola Amerika Latin usai mengalahkan rival abadi, Brasil, pada babak final Copa America 2020,  yang berlangsung Estadio do Maracana, Minggu (11/7) pagi WIB.

Gol tunggal kemenangan Argentina dicetak oleh Angel Di Maria pada menit ke-22 memanfaatkan umpan panjang Rodrigo De Paul.

Angel Di Maria (tengah) memperdayai kiper Brasil.

Ini menjadi gelar Copa America pertama Argentina dalam 28 tahun terakhir. Pemilik dua titel Piala Dunia itu sempat puasa gelar lama setelah menjadi juara Copa America 1993 di Ekuador.

Gelar kali ini juga menjadi trofi ke-15 Argentina di Copa America sejak pertama kali merebutnya pada 1921. Tim Tango menyamai torehan trofi Uruguay sebagai tim tersukses di kompetisi tertinggi Amerika Selatan tersebut.

Pelatih Lionel Scaloni mengomentari gelar yang telah ditunggu-tunggu setelah 28 tahun itu. Ia terlihat sangat tenang, meskipun tubuhnya baru saja diayun-ayunkan ke udara oleh skuad Albicelete, untuk kemudian menganalisis apa yang dilakukan oleh timnya.

“Saya yakin siapa pun yang berada di posisi saya akan melakukan hal yang sama. Orang-orang ini (tim Argentina), setiap kali mereka keluar untuk bermain, mereka  tampil dengan maksimal. Saya telah menangani orang-orang yang berbeda, tim yang beda, dan saya selalu memiliki perasaan yang sama, ingin menang, dan tidak memberikan bola apa pun untuk kemudian mengalah,” ujar Scaloni seperti dikutip Marca.

Sekelumit di daerah gawang Argentina.

 Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap Lionel Messi dan kawan-kawan. “Saya bangga dengan 28 pejuang yang datang untuk memainkan Copa América ini. Mereka meninggalkan banyak hal untuk datang dan bermain dalam kondisi sangat sulit; harus meninggalkan orangtua, yang lainnya tidak melihat keluarga mereka selama berhari-hari,” ujarnya.

Lionel Messi nampak begitu gembira dengan hasil ini. Seluruh pemain datang memeluk dan mengayun-ayunkan dirinya usai wasit meniup pluit panjang. “Luar biasa, untuk gelar yang luar biasa untuk kami dan seluruh fans,” kata Messi di twitter resmi Timnas Argentina.

Angel Di Maria mengaku sangat senang bisa berkontribusi langsung pada kemenangan Argentina di ajang ini. Ia juga jadi salah satu pemain yang cukup emosional ketika pertandingan selesai.

“Saya tidak bisa menangis, ini sangat luar biasa. Kami sangat bermimpi, kami berjuang keras untuk mencapai ini. Banyak orang mengatakan kepada kami untuk menyerah. Tapi kami membuktikannya hari ini,” ujar Di Maria dilansir dari Twitter resmi Timnas Argentina.

Lionel Scaloni memberikan instruksi kepada pemain Argentina.

Ia tak lupa memberikan pujian kepada De Paul yang telah menjadi assist pada golnya di laga kali ini. “Rodrigo (De Paul) memberi saya umpan sempurna. Itu berakhir seperti pertandingan melawan Nigeria seperti di Olimpiade (2008).  Kemenangan ini untuk putri saya, untuk istri saya, untuk orangtua saya, untuk semua orang yang mendukung kami dan untuk semua fans yang datang ke sini (Stadion Maracana),” ujar Di Maria.

Di Maria juga mengaku bahwa Messi mengucapkan terima kasih pada dirinya yang menjadi penentu pada partai final kali ini.  “Ini akan menjadi tak terlupakan. Messi mengatakan kepada saya,  terima kasih kepada saya, saya mengucapkan terima kasih kepadanya,”  kata Di Maria.

Lautaro Martinez tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian kali ini. Lautaro mengatakan ini adalah pencapaian luar biasa bagi Argentina. Terlebih, La Albiceleste sendiri kerap kandas ketika tampil di turnamen besar.

Pemain Argentina mengayun-ayunkan Lionel Messi setelah meraih juara Copa America 2021.

“Ini adalah sesuatu yang diimpikan, tidak bisa dipungkiri. Kami telah menjadi pemenang yang layak dan Anda harus menikmatinya. Banyak hal membuat kami termotivasi pada partai final kali ini. Saya bangga dengan pekerjaan yang kami lakukan,” ujar Lautaro seperti dilansir dari laman Twitter Argentina.

Yang juga  ikut berperan dalam prestasi Tim Tango kali ini adalah  kiper Emiliano Martinez.  “Tidak ada kata-kata untuk menjelaskan momen ini. Ini adalah mimpi yang saya miliki. Saya mengatakannya beberapa bulan yang lalu, kami ingin memberikan gelar kepada yang terbaik di dunia. Saya mengatakan kepada istri saya bahwa ini adalah mimpi saya dan dia melarang saya. Saya masih belum bisa bertemu putri saya,” kata  Martinez.

Argentina pantas mendapatkan pujian dan apresiasi.***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp