International Media

Minggu, 2 Oktober 2022

Minggu, 2 Oktober 2022

Trik Sehat Sahur dan Buka Puasa Pasien Diabetes

Ilustrasi Diabetes

JAKARTA – Bagi pasien diabetes, berpuasa di bulan Ramadhan tentu menjadi tantangan tersendiri terutama dalam mengatur pola makan. Padahal, ada trik tepat yang bisa dilakukan agar pasien diabetes tetap sehat dan stabil selama Ramadhan.
Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes, dr. Wismandari Wisnu, ketika puasa maka tubuh mengalami perubahan metabolisme. Hal itu ditengarai oleh pola makan yang biasanya tiga kali sehari, dipangkas menjadi dua kali saja. “Maka, terutama pasien diabetes perlu konsentrasi pola makan, pola obat-obatan, harus ada modifikasi baik jumlah dosis dan timing. Semua perubahan itu perlu kontrol ke dokter. Tidak bisa memindahkan sendiri tanpa kontrol. (Konsultasi) 1-2 bulan sebelum bulan ramadhan,” tutur Wismandari beberapa waktu lalu.
Untuk menjaga menu sahur dan berbuka puasa, Wismandari mengingatkan satu hal penting yakni selalu mencukupi gizi meski berpuasa selama belasan jam. Seporsinya harus mencakup karbohidrat, protein, lemak, dan cairan serta vitamin.
“Saat sahur, jangan kekurangan cairan. Minum jangan manis, karena itu akan merasa haus saat puasa. Saat buka puasa, jangan sampai jadi buka terlalu banyak di adzan. Terlalu kenyang jadinya susah saat makan besar. Paling baik saat adzan, minum seperlunya dan takjil kurma 3 buah,” pesannya.
Setelah makan takjil, maka bisa segera shalat dan lanjut mengonsumsi nasi serta lauk pauk dan sayuran atau buah. Diperbolehkan juga melakukan olahraga secara rutin namun yang intensitasnya ringan.
“Disarankan waktu olahraga adalah sesaat sebelum buka atau setelah berbuka puasa. Bisa juga saat pagi hari setelah solat subuh tapi bukan yang kuras keringat. Bisa beranang, sepeda statis, jalan santai,” bebernya.***

Frans Gultom

Komentar

Baca juga