International Media

Selasa, 4 Oktober 2022

Selasa, 4 Oktober 2022

Topan Nanmadol Terjang Jepang, 4 Orang Tewas

Ilustrasi Topan Nanmadol

TOKYO(IM)- Sedikitnya empat orang tewas setelah Topan Nanmadol menghantam Jepang akhir pekan lalu.
Dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (20/9), Topan Nanmadol menumbangkan pepohonan, memecahkan kaca-kaca jendela dan mendatangkan hujan lebat di beberapa bagian Prefektur Miyazaki, di mana dua kematian dikonfirmasi.
Juru bicara pemerintah Jepang, Hirozaku Matsuno mengatakan dua orang lainnya telah ditemukan “tanpa tanda-tanda vital,” sebuah istilah yang sering digunakan di Jepang sebelum kematian secara resmi disertifikasi oleh koroner.
Dia mengatakan pihak berwenang juga sedang mencari satu orang yang dilaporkan hilang.
Pada Selasa (20/9) pagi waktu setempat, sekitar 140.000 rumah masih tanpa listrik secara nasional, sebagian besar di Kyushu. Jepang saat ini sedang dalam musim topan dan menghadapi sekitar 20 badai seperti itu setiap tahun.
Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim meningkatkan level keparahan badai dan menyebabkan cuaca ekstrem seperti gelombang panas, kekeringan, dan banjir bandang menjadi lebih sering dan intens.
Topan Nanmadol diklasifikasikan sebagai topan super oleh Pusat Peringatan Topan Gabungan Angkatan Laut Amerika Serikat. Topan ini berpotensi menjadi badai tropis paling merusak yang menyerang Jepang dalam beberapa dekade.
Sebelumnya, Sembilan juta orang telah diperintahkan untuk mengungsi dari rumah mereka saat Jepang dilanda badai nanmadol. Ini merupakan salah satu topan terburuk yang pernah terjadi di negara tersebut.
“Pejabat cuaca telah mengeluarkan peringatan darurat untuk angin kencang, gelombang tinggi, dan gelombang badai untuk Prefektur Kagoshima,” lapor NHK seperti dilansir dari CNN.
Selain itu penduduk di 965.000 rumah telah diperintahkan untuk mengungsi di kota-kota tepi laut Miyazaki, Kagoshima, dan Amakusa.
Sebelum Topan Nanmadol menerjang, otoritas Jepang telah mengeluarkan peringatan tingkat lima yang merupakan peringatan tertinggi dalam skala peringatan bencana Jepang. Peringatan ini dikeluarkan untuk lebih dari 14.000 orang di kota Nishinoomote di pulau Kyushu, demikian NHK melaporkan.

Frans Gultom

Komentar