International Media

Jumat, 27 Mei 2022

Jumat, 27 Mei 2022

Tolak E-Parking, Seorang Pria Ancam Patahkan Leher Bobby Nasution

Tangkapan layar, pria yang diduga mengancam Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

MEDAN- Sebuah video yang menunjukkan aksi seorang pria menolak pembayaran parkir elektronik atau e-parking di Kota Medan, Sumatera Utara viral di media sosial. Pria itu mengancam akan mematahkan leher Wali Kota Medan, Bobby Nasution.
Dilansir dari detikSumut, dalam video pria itu tampak marah dari dalam sebuah mobil. Pria itu berdebat dengan seorang petugas e-parking. Merasa kesal, pria itu mengancam akan mematahkan leher petugas itu sekaligus leher Bobby Nasution.
“Kau panggil bos kau kemari,” kata pria dalam mobil.
“Ini yang nyuruh Pak Bobby (Wali Kota Medan),” jawab tukang parkir.
“Kau panggil Pak Bobby itu kemari, biar kupatahkan batang leher Pak Bobby itu sekalian. Mau kau? Atau kau aja kupatahkan batang leher kau mau,” kata pria tersebut.
Kabid Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, Nikmal Fauzi Lubir mengaku sudah menerima terkait adanya laporan kejadian tersebut. Pria yang diduga telah melontarkan ancaman itu kini sedang ditelusuri lebih lanjut. “(Dishub Medan) sudah dapat laporan. ini sedang penelusuran,” kata Nikmal.
Untuk peristiwa itu sendiri, kata Nikmal, terjadi di sekitaran Jalan Rahmadsyah Medan. Peristiwa itu disebut terjadi pada Sabtu (23/4) kemarin.
“Seputaran Rahmadsyah, semalam sekitar pukul 15.30,” jelasnya.
Sementara Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Roby Barus mengecam aksi pria yang mengancam mematahkan leher Wali Kota Medan, Bobby Nasution karena diminta membayar retribusi parkir oleh petugas e-parkir. Menurut dia ancaman itu sudah masuk kategori pidana, Roby pun mendesak polisi menangkap pria tersebut.
“Sudah tidak benar itu, aparat penegak hukum cari siapa itu dan tangkap,” katanya, Minggu (24/4).
Anggota Komisi I ini menyebut e-parkir adalah program besutan Bobby Nasution yang sangat baik. Sebab, uang retribusi parkir yang dibayarkan masyarakat langsung masuk ke rekening daerah sehingga penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir lebih maksimal.
“Program itu bagus, digitalisasi dan untuk meminimalisir kebocoran. Enggak betul itu lagi sampai bilang mau patahkan kepada wali kota,” terangnya. ***

Prayan Purba

Komentar

Baca juga