Todongkan Pistol di Jalan, Pengemudi Fortuner Dijerat UU Darurat

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

JAKARTA (IM) – Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali menemukan senjata air soft gun, saat menggeledah kediaman pengemudi mobil Toyota Fortuner B-1673-SJV berinisial MFA, yang viral karena  aksi koboi mengacungkan senjata api, pada Jumat 2 April 2021 dini hari lalu, di Jalan Kolonel Sugiono Duren Sawit Jakarta Timur.

 “Hasil test urine narkotika dan alkohol ini MFA negatif,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Senin (5/4) siang di Mapolda Metro Jaya.

Untuk kasus yang ditangani Ditkrimum Polda Metro Jaya, sudah pihak kepolisian kembali melakukan penggeledahan dan kembali ditemukan satu senjata air gun, sehingga saat ini ada dua senjata air gun yang dimiliki MFA.

Ia menyebutkan pihak kepolisian juga tengah melakukan pengembangan kasus perihal kepemilikan senjata air gun yang dimiliki tersanjung MFA.

“Untuk amunisinya belum kita temukan,” tambah Yusri Yunus.

Yusri mengatakan MFA dijerat dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

“Ini masih kita lakukan pemeriksaan lagi dan pendalaman, kami mengejar dari mana dia mendapatkan senjata tersebut. Yang bersangkutan MFA sudah kita tahan dengan jerat UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” ujar Yusri.

Sebelumnya, Yusri Yunus dalam konferensi pers live streaming di akun Instagram TMC Polda Metro Jaya pada Jumat (2/4) lalu menjelaskan dari kronologis hasil pemeriksaan sementara tersangka yang sudah diamankan di Mapolda Metro Jaya.

Kejadian tersebut terjadi sekitar jam 1 malam (dini hari) saat tersangka MFA melintas di Jalan Kolonel Sugiono Duren Sawit Jakarta Timur.

Yusri Yunus menyebutkan saat di lampu merah traffic light, MFA yang mengemudi mobil Fortuner B-1673-SJV menyenggol sebuah sepeda motor yang dikemudikan seorang wanita.

“Saat di traffict light dengan posisi lampu menyala merah sempat menyenggol motor dikendarai perempuan. Kemudian dia (MFA) marah-marah dari dalam mobil dan mengacungkan senjata api,” kata Yusri Yunus.

Yusri mengungkapkan, pasca-kejadian tersebut, Polda Metro Jaya kemudian membentuk tim untuk menangani kecelakaan sekaligus Jatanras, dengan melakukan pelacakan terhadap kendaraan yang viral di media sosial.

“Tim kemudian mendata dan mengetahui kendaraan tersebut beralamat di Senayan Jakarta Selatan, tim bergerak ke sana melakukan pengejaran. Saat sampai di kediaman, sang supir tidak ditemukan, tapi melalui orang tuanya kita ketahui posisinya,” jelas Yusri Yunus.

Tersangka MFA diamankan di parkiran sebuah mal.

“Kita amankan di salah satu parkiran mal. Ini perbuatan tersangka melanggar hukum. Kita lakukan pendalaman. Dia kita amankan di salah satu pusat perbelanjaan Jakarta Selatan,” ucapnya.

Yusri  menjelaskan bahwa kartu Perbakin yang dimiliki MFA berasal dari klub menembak atau shooting shoot club yang sudah dibekukan. “Mengenai Kartu anggota Shooting Shoot Perbakin, kita sudah mengambil keterangan dari pihak Perbakin. Perbakin DKI Jakarta tidak pernah mengeluarkan kartu tersebut karena dari komunitas shooting shoot sudah dibekukan sejak lama karena banyaknya pelanggaran,” ujar  Yusri.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp