TKI jadi Korban Pemerasan Travel Nakal Usai Isolasi Mandiri di Wisma Atlet Pademangan

RSD Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

KEMAYORAN   Kodam Jaya akan melaksanakan operasi penertiban terhadap travel nakal yang beroperasi di Wisma Atlet Pademangan, Kota Jakarta Utara.

“Pihak TNI akan menertibkan, nanti dari Asops Kodam Jaya akan turun ke lapangan melakukan penertiban terhadap travel nakal yang ada di pinggir Jalan Benyamin Sueb, nanti kita bekerja sama dengan Dishub dan stakeholder terkait,” ujar Komandan Lapangan sekaligus Humas RSDC Wisma Atlet Kemayoran Letkol Laut (K) M Arifin, Kamis (15/4).

Sebelumnya, beredar isu sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) diduga menjadi korban pemerasan oknum setelah menjalani isolasi mandiri di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.

Arifin menyebutkan aksi pemerasan tersebut dilakukan oleh pihak eksternal dari travel yang biasa beroperasi di Jalan Benyamin Sueb.

“Memang sudah lama kasus seperti ini terjadi, tapi itu dilakukan oleh pihak travel eksternal yang tidak ada sangkut pautnya dengan kami. Apalagi saya bertugas mengobati pasien di Wisma Atlet Kemayoran, bukan di Pademangan,” kata Arifin. 

Dia mengungkapkan, modus yang dilakukan para travel nakal tersebut awalnya menjanjikan tarif untuk diantar pulang ke kampung halamannya. Namun di tengah jalan dimintai tarif lebih besar dan tidak sesuai perjanjian awal. 

“Banyak yang kadang saat hendak pulang (setelah selesai isolasi mandiri dari luar negeri) di perjanjian di awal ongkos naik travel itu misalnya sebesar Rp300.000, ternyata saat di jalan mereka minta lebih dari itu. Ini kelakuan travel-travel nakal,” ungkap Arifin. 

Sebelumnya, beredar isu pemerasan terhadap TKI yang menjalani isolasi mandiri di RS Covid-19 Wisma Atlet Jakarta yang disampaikan oleh Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani.

Benny Rhamdani mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto agar RS Wisma Atlet tak disalahgunakan oknum tertentu untuk memeras TKI yang baru pulang dari luar negeri.

Hal ini terkait adanya laporan bahwa ada kejadian tidak menyenangkan yang diterima pekerja migran yang baru pulang dari luar negeri dan harus menjalani isolasi di Wisma Atlet. “Saya akan segera berkoordinasi dengan panglima TNI, agar Wisma Atlet benar-benar menjadi tempat penampungan untuk karantina dan tidak digunakan untuk hal lain yang disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk melakukan pemalakan pada pekerja migran Indonesia,” ujar Benny Rhamdani di Balai Kota Jakarta, Rabu (14/4) kemarin.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp