Tjhai Chui Mie Minta Pemenang Tender Bandara Singkawang Berdayakan Tenaga Kerja Lokal

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie meninjau langsung proses pembangunan Bandara Singkawang.

SINGKAWANG (IM)–Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama jajaran Dinas Perhubungan Kota Singkawang dan Kepala Kantor Bandar Udara (UPBU) Kelas II Tebelian Sintang Fatah Rabu (24/3) lalu meninjau langsung proses pembangunan Bandar Udara (Bandara) Singkawang yang sudah memasuki tahap II proses pengerjaan.

          Wali Kota Tjhai Chui Mie mengatakan pembangunan tahap II ini akan lebih fokus pada proses Land Clearing atau pembukaan lahan.

Dimana dalam proses ini, Pemkot Singkawang menggunakan anggaran sebesar Rp 100 miliar yang diterima dari Pemerintah Pusat sebagai bantuan pembangunan Bandara Singkawang.

          “Tahun ini kita mendapat Rp 100 miliar untuk land clearing. Dan hari ini sudah dilakukan pelaksanaannya oleh pemenang tander,” ungkap Tjhai Chui Mie.

Di lokasi yang akan dibangun Bandara Singkawang ini memang sudah terlihat sejumlah alat berat seperti eskavator, buldoser dan berberapa dump truck yang beraktivitas.

          Wali Kota Tjhai Chui Mie berharap proses pembangunan Bandara Singkawang ini dapat diawasi dengan ketat oleh berbagai pihak terkait. Sehingga dengan pembangunan bandara akan benar-benar sempurna.

          Dia juga mengharapkan dukungan dari masyarakat khususnya masyarakat setempat yang masih menggunakan kawasan pembangunan Bandara sebagai tempat perlintasan.

          “Kami harapkan masyarakat bisa mencari jalan alternatif lain. Karena saat ini sedang dalam proses pembangunan. Kita lebih mengutamakan keselamatan,” tandas Tjhai Chui Mie.

          Wali Kota Tjhai Chui Mie juga meminta pemenang tander Land Clearing ini untuk menggunakan bahan-bahan yang berasal dari Kota Singkawang apabila diperlukan.

“Kami juga meminta untuk pemenang tender agar sedapat mungkin menggunakan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan Bandara Singkawang ini,” katanya lagi.

Selain itu, dalam proses pembangunan Bandara ini, pemerintah sudah menyediakan lahan sebesar 151,45 hektare dan telah sepenuhnya bebas.

          “Sertifikat hak pakai sudah kami serahkan ke Kementrian Perhubungan. Tahun depan kami sudah ajukan anggaran lagi untuk kontruksinya,” kata Tjhai Chui Mie. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp