International Media

Selasa, 4 Oktober 2022

Selasa, 4 Oktober 2022

Tips Jaga Stamina Tubuh Tetap Fit Saat Mudik

Ilustrasi Mudik lebaran bersama keluarga

SURABAYA — Dokter spesialis fisik dan rehabilitasi Universitas Airlangga (Unair), Nur Sulastri, mengungkapkan penyebab tubuh menjadi lebih cepat capek dan lemas saat melakukan perjalanan jauh, termasuk saat mudik lebaran Idul Fitri 1443 H. Pergerakan yang terbatas hingga posisi duduk yang terlalu lama menjadi faktor penyebabnya.
Nur menjelaskan, posisi tubuh yang relatif sedikit bergerak menyebabkan nyeri sendi dan otot. Bahkan parahnya dapat menyebabkan bengkak pada kaki karena aliran darah yang menumpuk. Maka dari itu, kata dia, perlu dilakukan gerakan olahraga ringan selama perjalanan untuk mengantisipasinya.
“Kita bisa melakukan peregangan otot perut, punggung bawah, leher dan bahu, dapat dilakukan tiap 30 menit. Pergelangan kaki rutin digerakkan, baik itu gerakan memutar, maupun gerakan kaki naik turun pada pergelangan kaki (ankle pumping) untuk mengurangi bengkak,” kata Nur menjelaskan, Jumat (29/4).
Nur pun menganjurkan untuk memperbanyak istirahat sebelum maupun saat perjalanan, agar tubuh tetap prima. Pemudik, kata dia, dapat memanfaatkan rest area untuk beristirahat dan sesekali melakukan latihan otot punggung dan core muscles (latihan otot untuk nyeri punggung bagian bawah).
“Hindari mengemudi saat mengantuk dan kalau perlu, bisa disiapkan membawa ice pack untuk kompres. Bila sewaktu-waktu timbul nyeri otot atau sendi saat perjalanan,” kata Nur.
Nur melanjutkan, kondisi tubuh yang tengah berpuasa juga tak jarang menjadi salah satu faktor menurunnya kebugaran tubuh seseorang yang melakukan perjalanan mudik. Penyebabnya, meskipun duduk selama perjalanan, tubuh tetap membutuhkan energi yang cukup.
“Apabila saat perjalanan kita melewati waktu sahur dan berbuka, maka saat sahur sebaiknya dilakukan seakhir mungkin. Yaitu, mendekati waktu subuh, dan jangan melewatkan makan sahur. Kemudian, segeralah berbuka saat tiba waktu berbuka jangan ditunda-tunda,” ujarnya.
Nur juga mengingatkan pentingnya memperhatikan jumlah cairan yang diminum. Minimal total 1,5 liter sehari untuk mencegah dehidrasi. Selain itu penting mengkonsumsi makanan yang tinggi protein dan karbohidrat kompleks. Misalnya, roti gandum dengan selai kacang.
“Boleh konsumsi vitamin yang mengandung vitamin C dan zinc untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” kata dia.***

Frans Gultom

Komentar