International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

Tiga Tersangka Siap Bongkar Peran Irjen Teddy Minahasa dalam Peredaran Narkoba

Irjen Teddy Minahasa Putra. (Foto Polda Sumbar).

JAKARTA (IM)  – Tiga dari sepuluh orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus peredaran narkoba ymelibatkan rjen Teddy Minahasa, mengajukan diri sebagai justice collaborator. 

Ketiga tersangka itu yakni AKBP Doddy Prawiranegara, Linda Pujuastuti dan Samsul Ma’rif. Kuasa hukum dari ketiga tersangka itu, yakni Adriel Viari Purba mengaku sudah mengirimkan surat kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) agar bisa menjadi justice collaborator

“Tiga orang ini saksi kunci yang bisa menjelaskan secara gamblang bagaimana peran Pak TM (Teddy Minahasa). Jadi kami akan mengajukan juga justice collaborator kalau pengajuan kami diterima LPSK,” ujar Adriel, Senin (24/10).

Ketiga tersangka itu memiliki peran berbeda dalam peredaran narkoba yang diotaki Teddy Minahasa.  AKBP Doddy diperintah Teddy Minahasa untuk mengambil 5 kg barang bukti sabu dari Mapolres Bukittinggi.

Sedangka Linda berperan menyimpan sabu-sabu yang didapat dari AKBP Doddy untuk selanjutnya diedarkan. Sementara itu, Samsul Ma’rif alias Arif, menjadi jembatan penghubung pertemuan antara AKBP Doddy dengan Linda di Jakarta.

Tolak Perintah Teddy

Menurut Adriel, ketiga kliennya itu hanya menjalankan perintah Teddy. Ketiganya juga sepakat bahwa Teddy lah yang menjadi otak dari peredaran narkoba ini.



Bahkan eks  Kapolres Bukittinggi AKBP Doddy Prawiranegara, sempat beberapa kali menolak perintah Irjen Teddy Minahasa untuk mengambil barang bukti narkoba di Mapolres untuk diedarkan kembali.

“Saya ini Kapolres Bukittinggi, dia Kapolda Sumbar, jelas dia pimpinan tertinggi. Saya coba menolak, berkali-kali saya bilang enggak berani jenderal. Tapi pihak TM (Teddy Minahasa) tetap mendesak,” kata Adriel menirukan ucapan  AKBP Doddy.

Sebagai bawahan, kata Adriel, Doddy pun tak kuasa menolak permintaan Teddy untuk mengambil narkoba jenis sabu-sabu hasil pengungkapan kasus Polres Bukittinggi.

“AKBP Doddy menjalankannya dengan keadaan tertekan, walaupun dalam hatinya menolak. Akhirnya dia menjalankan perintah agar loyal, walaupun dia tidak punya niat,” ungkap Adriel.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya mengatakan, keterlibatan Teddy Minahasa dalam kasus peredaran narkoba terungkap dari penyelidikan penyidik Polda Metro Jaya.

Listyo pun meminta Kadiv Propam Irjen Syahardiantono menjemput Irjen Teddy Minahasa untuk diperiksa. Saat ini Irjen Teddy Minahasa masih berada di Patsus Propam Polri.  

Polda Metro Jaya kemudian menetapkan 11 orang sebagai tersangka kasus dugaan peredaran narkoba jenis sabu-sabu, termasuk Teddy Minahasa.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa mengatakan, Teddy ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa sebagai saksi pada Kamis (13/10).

Teddy dijerat Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2, juncto Pasal 132 Ayat 1, juncto Pasal 55 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati dan hukuman minimal 20 tahun.

Osmar Siahaan

Komentar