Tiga Petugas KPK Gadungan Peras Para Kepala Sekolah di Nias Selatan

Ilustrasi

NIAS SELATAN -Tiga orang yang mengaku sebagai petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeras beberapa Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar  di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut).

Menurut informasi, petugas KPK gadungan ini kerap memeras kepala sekolah dasar (SD) di beberapa desa dan kecamatan di Kabupaten Nais Selatan, Sumatera Utara.
Kapolres Nias Selatan AKBP Arke F Ambat mengatakan identitas ketiga orang itu adalah Arnes Arisoca (61), Saripul Ikhwan Tanjung (39), dan Aliran Duha (60).
“Ketiga tersangka mengaku sebagai anggota KPK dan LSM Pemantau Penggunaan Keuangan Negara (P2KN) yang bertugas untuk audit investigasi dan monitoring penggunaan keuangan negara,” kata Arke, Minggu (7/3).

Menurut informasi, ketiga petugas KPK gadungan itu telah mejlankan aksi pemerasan sejak November 2020. Sasaran mereka selalu Kepsek Dasar. Mereka diperas mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp6 juta.

tersangka diduga melakukan penipuan dan pemerasan sejak November 2020. Para korban diperas dari Rp 600 ribu hingga Rp 6 juta.
Dari tangkan ketiganya, polisi menyita uang tunai Rp 4,8 juta, 1 unit mobil, 3 unit handphone, 1 stempel, 9 lembar kartu pengenal, dan 55 lembar sistem informasi desa (SID) dari berbagai desa se-Kabupaten Nias Selatan.
Ada juga 49 lembar kertas kosong berlogo DPP LSM P2KN, 33 lembar surat berlogo DPP LSM P2KN yang isinya tulisan tangan mengenai kunjungan kerja Tim Investigator Nasional di 33 desa yang ada di wilayah Kabupaten Nias Selatan. “Selanjutnya, 32 lembar surat berlogo DPP LSM P2KN yang isinya tulisan tangan mengenai kunjungan kerja Tim Investigator Nasional di 32 sekolah yang ada di Kabupaten Nias Selatan dan satu potong rompi warna hitam,” katanya.
Ketiganya  dijerat sebagai tersangka. Mereka diduga melanggar Pasal 368 ayat (1) Subs Pasal 369 ayat (1) Subsider Pasal 378 jo Pasal 64 dari KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp