Teten Beberkan 4 Jurus Agar UMKM Naik Kelas

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pemerintah saat ini fokus membuat UMKM naik kelas.

“Kita ingin semakin banyak UMKM yang naik kelas, sehingga sektor formal kita semakin kuat. Supaya ke depan sektor informal, ekonomi subsisten semakin berkurang,” kata Teten dalam pembukaan  Festival Ide Bisnis 2021,  Senin (26/4).

Teten mengatakan, ada 4 jurus pemerintah untuk mewujudkan UMKM naik kelas. Pertama, membuka akses UMKM terhadap lahan.

“Ini dilakukan saya kira melalui program-program sosial, sudah dilakukan oleh Pak Presiden dengan mendistribusikan 12,7 juta hektare (Ha) lahan kepada masyarakat, termasuk juga tanah objek reforma agraria, kalau tidak salah 4 juta,” ungkap Teten.

Ia mengatakan, dengan kemudahan akses terhadap lahan, maka UMKM bisa berkumpul dan dibentuk koperasi.

“Ini kita mau dorong dalam bentuk koperasi pangan modern. Kurang lebih akan masuk ke wilayah pertanian, perikanan, dan peternakan di wilayah perhutanan nasional,” urainya.

Kedua, peningkatan akses UMKM terhadap pembiayaan, baik melalui kredit perbankan dan juga kredit usaha rakyat (KUR).

“Alhamdulillah Presiden telah memberikan arahan kepada kami untuk meningkatkan porsi kredit perbankan dari 20% selama ini menjadi 30% di tahun 2024. Begitu juga dengan KUR dari Rp50 juta selama ini, menjadi Rp100 juta. Serta plafon maksimum yang sebelumnya hanya Rp500 juta, akan didorong naik menjadi Rp 2 miliar,” ujarnya

Ketiga, peningkatan akses sumber daya manusia (SDM) UMKM terhadap inovasi dan teknologi.

“Ini tengah kami perkuat dengan membangun kemitraan UMKM dalam rantai nilai, dengan BUMN dan juga industri,” kata  Teten.

Lalu keempat, memperluas akses pasar UMKM. Caranya dengan mendorong UMKM bisa menjadi vendor dari proyek-proyek pemerintah.

“UU Cipta Kerja telah memberi 40% alokasi belanja kementerian/lembaga untuk menyerap produk dan jasa UMKM. Jadi ini silakan dimanfaatkan, ini ada setiap tahun, dan kira-kira nilainya sampai Rp400 triliun per tahun,” tutup Teten. dot

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp