Terusan Suez Macet Akibat Tertutup Kapal Kargo Evergreen

Kapal Kargo Ever Green melintang sehingga menutupi jalur terusan Suez.

Kesalahan manusia atau teknis diperkirakan yang menjadi penyebab kapal kontainer besar Evergreen tersangkut di Terusan Suez dan berakibat penumpukan lebih dari 300 kapal. Osama Rabie, Kepala Otoritas Terusan Suez Mesir, mengatakan pada Sabtu (27/3),   kapal tersebut bisa mengapung lagi pada Minggu malam waktu setempat (28/3)

Krisis telah melumpuhkan rantai pasokan global, memaksa perusahaan kargo memilih antara menunggu atau untuk mengubah rute kapal di sekitar ujung selatan Afrika dengan biaya mahal.

Para pejabat sebelumnya menyalahkan hembusan dengan kekuatan 40 knot dan badai pasir sebagai penyebab kapal Evergreen tersangkut dan membuat Terusan Suez macet. Namun, Rabie mengatakan pada Sabtu (27/3),  “angin kencang dan faktor cuaca” tidak sepenuhnya bertanggung jawab, dengan mengatakan “mungkin ada kesalahan manusia atau teknis”, seperti yang dilansir dari AFP pada Sabtu (27/3).

Ditanya kapan kapal itu akan dibebaskan, Rabie mengatakan optimis bahwa kapal itu dapat di keluarkan dari Terusan Suez.  

“Bisa selesai hari ini atau besok (Minggu), tergantung daya respons kapal” terhadap pasang surut, katanya.

Lebih dari 320 kapal yang membawa kargo bernilai miliaran dolar sekarang masih terhenti di kedua ujung jalur pelayaran penting yang menghubungkan Asia ke Eropa. Kanal sepanjang 193 kilometer (120 mil) dari Laut Merah ke Mediterania adalah jalur vital untuk pengiriman antara Asia dan Eropa.

Memang ada rute alternatif di sekitar Tanjung Harapan dengan biaya tambahan 12 hari di laut. Rabie menambahkan Mesir kehilangan pendapatan sekitar 12-14 juta dolar AS (Rp ) setiap hari karena Terusan Suez ditutup.

Kapal Evergreen, yang lebih panjang dari empat lapangan sepak bola, telah terjepit secara diagonal di kanal sejak Selasa (23/3). Akibat menutup  kanal di kedua arah.

Salah satu dampak kejadian itu, otoritas Suriah mengatakan pada Sabtu (27/3), mereka terpaksa untuk menjatah pasokan bahan bakar yang sudah langka.

Penangguhan operasional Terusan Suez “telah mempengaruhi impor minyak ke Suriah dan memperlambat kedatangan kapal yang membawa bahan bakar dan produk minyak” dari sekutu pemerintah Iran, kata kementerian perminyakan Suriah.

Direktur eksekutif Royal Boskalis, perusahaan induk Smit Salvage yang bertanggung jawab atas operasi penyelamatan, meyakinkan kapal tersebut bisa mengapung lagi “pada awal minggu depan”.

Peter Berdowski mengatakan pada Jumat (26/3), alat derek sedang disiapkan untuk memindahkan ratusan kontainer dari dek depan kapal. Namun, Nick Sloane, master penyelamat Afrika Selatan yang bertanggung jawab untuk mengapungkan kembali kapal pesiar Costa Concordia Italia, mengatakan itu bisa membuat “penundaan yang sangat lama”.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp