International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

Tersenyum Usai Bunuh Icha, Polisi Periksa Kejiwaan Rudolf Tobing

Christian Rudolf Tobing menargetkan seyelah membunuh Icha, selanjutnya ia berencana membunuh teman prianya, H dan S. (Foto tangkapan layar media sosial).

JAKARTA (IM) – Polisi jadwalkan pemeriksaan kejiwaan Christian Rudolf Tobing (36), tersangka pembunuh  Ade Yunia Rizabani atau Icha (36), Selasa (25/10) besok.

“Kemungkinan besok cek kejiwaan. Karena cek kejiwaan engga cukup hanya satu hari ya,” kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Indriwienny Panjiyoga saat dihubungi melalui saluran telepon, Senin (24/10).

Pemeriksaan kejiwaan Rudolf akan dilakukan di RS Polri Kramat Jati. Namun, Panjiyoga belum dapat menjelaskan secara lebih detail berapa hari tes kejiwaan dilakukan. Waktu kejiwaan bakal dilakukan merupakan wewenang dokter.

“²Itu tergantung wewenang dokter,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan,  tes kejiwaan dilakukan karena setelah Rudolf hendak membuang mayat korban dia sempat senyum bahagia.

“Kejiwaannya akan kami periksa ke psikiater,” kata kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (21/10).

Motif Rodolf membunuhan Icha didasari atas motif sakit hati. Sebenarnya, masih ada dua orang lagi yang menjadi target yang akan dihabisi Rudolf.  Tersangka Rudolf awalnya menargetkan untuk membunuh teman pria berinisial H dan S.

“Yang jadi target utama itu yang inisial H, tapi yang bersangkutan sulit dihubungi,” kata Hengki kepada wartawan, Jumat (21/10).

Hengki menambahkan, tersangka Rudolf berencana setelah membunuh Icha, selanjutnya membunuh  H dan S. Bahkan jika polisi tidak segera membongkar pembunuhan Icha, kemungkinan tersangka telah membunuh H dan S.

“Kalau saja dia tidak tertangkap di kasus ini, dia bisa saja membunuh dua target lainnya,” jelasnya.

Terpisah Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indriwienny Panjiyoga mengatakan Rudolf sempat mencoba menemui H dengan menghubungi adik H untuk mengetahui keberadaan temannya tersebut. Namun, karena responnya kurang tersangka bergerak menghubungi korban Ade. Kemudian, selain korban Ade dia juga menghubungi S, namun target S terselamatkan karena sedang berada di luar kota.

Osmar Siahaan

Komentar