International Media

Senin, 8 Agustus 2022

Senin, 8 Agustus 2022

Tersangka Peragakan 21 Adegan Pembunuhan hingga Memutilasi Korbannya di Semarang

Tersangka pembunuhan di Semarang peragakan 21 adengan caranya memutilasi korbannya.

SEMARANG – Polres Semarang menggelar rekonstruksi perkara pembunuhan disertai mutilasi yang terjadi disalah satu rumah kos di Jalan Soekarno Hatta, Kebonan, Randugunting, Bergas, pada 17 Juli 2022. Rekontruksi dilakukan  di lima lokasi pada  Kamis (28/7).

.Dalam rekonstruksi ini, Polres Semarang menghadirkan tersangka berinisial IS (32) warga Balapulang, Kabupaten Tegal.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Agil Widia Saputra menjelaskan, dalam rekonstruksi perkara ini, tersangka memperagakan 21 adegan. Adegan yang diperagakan mulai dari tersangka melakukan pembunuhan hingga tersangka kembali ke Kabupaten Tegal.

“Rekonstruksi dilaksnakan di lima lokasi. Yakni, tempat pembunuhan di rumah kos dan empat lokasi pembuangan potongan bagian tubuh korban,” kata AKP Agil Widia Saputra.

Dia mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui secara pasti kronologi dan perbuatan tersangka yang telah membunuh dan memutilasi tubuh korban berinisial KN (24) sesuai dengan fakta, keterangan dan alat bukti. “Untuk sementara belum ditemukan fakta baru,” ujarnya.

Terkait kondisi kejiwaan tersangka, Agil menyatakan, dalam kondisi sehat dan tidak ada tanda-tanda gangguan jiwa. “Saat dimintai keterangan, tersangka bisa menjawab dengan baik dan lugas. Saat melakukan pembunuhan tersangka juga dalam kondisi sadar,” tandasnya.

Sebelumnya bagian tubuh korban ditemukan di aliran Sungai Kretek, Kalongan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyebutkan motif pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan tersangka, IS (32), warga Balapulang, Kabupaten Tegal, adalah  sakit hati. Tersangka tersinggung dengan perkataan korban berinisial KN (24).

“Pelaku tersinggung dengan perkataan korban yang menyebut pelaku tidak kunjung mendapatkan pekerjaan,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat konferensi pers kasus tersebut di Mapolres Semarang, Selasa (26/7).

Kapolda menjelaskan, pelaku pernah mencabuli korban pada 2016 silam dan dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Pada Desember 2021 pelaku bebas dari Rutan Kabupaten Tegal.

“Pelaku ini adalah residivis kasus pencabulan dengan korban yang sama. Setelah bebas dari rutan dan masih memiliki rasa suka kepada korban,” terangnya. ***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga