Tersangka Antigen Bekas di Kualanamu Bangun Ruymah Mewah di Lubuklinggau

Rumah mewah yang baru dibangun milik tersangka kasus tes antigen bekas di Kualanamu berinisial PM.

Polisi Sebut Tersangka Antigen Bekas Bangun Rumah Mewah di Lubuklinggau JAKARTA (IM) – PM (45), tersangka kasus dugaan daur ulang alat tes antigen di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara (Sumut), saat ini sedang membangun rumah mewah di kawasan di Griya Pasar Ikan, Simpang Priuk, Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel). Polisi masih menyelidiki terkait rumah yang dibangun eks Business Manager Laboratorium Kimia Farma Jl Kartini Medan itu.
“Penyidik krimsus (kriminal khusus) masih mendalami semuanya,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi saat dihubungi, Minggu (2/5).

Saat ditanyai apakah rumah itu akan disita, Hadi tidak menjawab secara gamblang. Dia hanya mengatakan kasus dugaan daur ulang alat tes antigen di Bandara Kualanamu ini masih dikembangkan.

“Kita lihat nanti perkembangannya, ya. Penyidiknya masih bekerja semua, ini kasus atensi kami, (kami) intens mendalami berbagai hal dari setiap keterangan para pelaku, barang bukti, dan lain-lain,” ucap Hadi.

Seperti diketahui PM asal Lubuk Linggau ditetapkan jadi tersangka kasus dugaan daur ulang alat tes antigen di Bandara Kualanamu. Dalam kasus ini, PM diduga berperan sebagai penanggung jawab laboratorium dan yang menyuruh melakukan penggunaan cotton buds swab antigen bekas.

Ketua RT setempat, Muslim, membenarkan bahwa PM adalah warganya. Namun saat ini pembangunan rumah PM sedang dihentikan.

“Benar, PM merupakan warga kita. Dia baru membangun rumah mewah di depan rumah lamanya. Saat ini masih dalam tahap pembangunan. Sudah dua hari ini tampak kosong dan terkunci rapat,” ujar Muslim kepada wartawan, Sabtu (1/5).

Dia mengatakan PM sudah tinggal di wilayah tersebut sejak 2011. PM dan keluarganya dikenal warga berkelakuan baik.

Pengerjaan rumah PM mulai disetop setelah kasus tes antigen menggunakan alat bekas mencuat.

“Pengerjaan rumah mewah milik PM itu disetop oleh pihak keluarganya setelah kasus yang menjerat PM mencuat,” katanya.

Kapolda Sumut Irjen Panca Putra mengatakan penggunaan alat tes antigen Covid-19 bekas di Bandara Internasional Kualanamu oleh petugas PT Kimia Farma Diagnostik dilakukan sejak Desember 2020. Para tersangka mendaur ulang alat tes antigen untuk dipakai lagi.

Dia mengatakan kegiatan daur ulang alat uji cepat COVID-19 oleh kelima tersangka itu dilakukan di laboratorium kantor Kimia Farma di Jalan RA Kartini Medan.

Adapun motif para tersangka melakukan tindak pidana kesehatan tersebut adalah mendapatkan keuntungan. Diduga telah ada 9.000 orang yang menggunakan layanan ini.

“Barang bukti kita amankan Rp 149 juta dari tangan tersangka,” ujarnya.

Selain PM, 4 orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah mantan kurir Laboratorium Kimia Farma SR (19), mantan CS di Laboratorium Klinik Kimia Farma DJ (20), mantan pekerja bagian admin Lab Kimia Farma Jl Kartini Medan M (30), dan mantan pekerja bagian admin hasil swab R (21). Kelimanya dijerat Pasal 98 ayat (3) juncto Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 8 huruf (b), (d) dan (e) juncto Pasal 62 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp