Terowongan No. 11 Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung Sukses Tersambung

Suasana perayaan Terowongan No.11 yang sudah tersambung.

BANDUNG –Lampu di lubang keluar terowongan No. 11 Jumat (12/3) lalu menerangi sudut terdalam dari poros miring.

Hal ini melambangkan lubang keluar terowongan No 11 dan dan poros miring 11-1 di area kerja proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung telah sukses terhubungkan.

Proses pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung  kembali telah mengambil sebuah langkah maju besar. Demi meletakkan dasar yang kokoh untuk seluruh jalur proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung.

Pintu keluar Terowongan No.11  yang sudah tersambung.

Terowongan No. 11 merupakan konstruksi pengendali proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung yang terletak di sisi barat laut kota Bandung. Terletak di daerah perbukitan rendah. Medannya bergelombang, area permukaan utama terdiri dari hutan, padang rumput, kondisi geologi agak rumit.

Altitude tertinggi mencapai 832.78 m dan altitude terendah sekitar 731.81 m.

Perbedaan ketinggian relatif maksimum 100,97 m. Jarak tempuh awal terowongan 11 di DIK113 + 390 dan jarak tempuh berakhir di DIK114 + 500.

Staf pekerja China Railway Group Limited Departemen Manager Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sektor Dua berfoto bersama.

Panjang total terowongan adalah 1110 m. Tingkat batuan sekitar II (210 m), III (140 m), IV ( 400 m) dan V (360 m).

Terowongan 11 merupakan terowongan jalur ganda lubang tunggal. Kedalaman terowongan terkubur maksimum 95,14 m.

Untuk berbagi tekanan konstruksi terowongan No. 11 serta mempercepat progres pembangunan konstruksi terowongan, maka secara khusus mengatur poros miring terowongan 11-1. Panjang poros miring  127 m.

          Namun, ruas dari DIK113 + 445 hingga DIK114 + 000 dari Terowongan No. 11 berbatasan langsung dengan desa.

Konstruksi serta produksi tidak hanya menghadapi masalah pembebasan lahan dan pembongkaran yang kompleks.

Selain itu, penggunaan konstruksi peledakan tidak hanya membutuhkan izin peledakan yang relevan. Namun juga persetujuan dari pemerintah daerah dan masyarakat.

Konstruksi pengeboran Terowongan No.11.

          Terkait hal tersebut, di bawah pimpinan perusahaan dan berbagai unit lainnya, departemen proyek telah berkomunikasi dengan berbagai dinas terkait serta masyarakat setempat dengan bantuan pemerintah kota Bandung, Polres Bandung dan unit lainnya agar efektif mengatasi masalah pembebasan lahan dan pembongkaran. Juga agar memperoleh izin yang relevan untuk konstruksi peledakan dalam waktu yang sangat singkat.

          Tersambungnya terowongan No 11 dengan poros miring, telah meletakkan dasar yang kokoh untuk penyelesaian terowongan No. 11 dan bahkan seluruh jalur proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Seluruh karyawan departemen proyek akan selalu mematuhi antusiasme kerja yang tinggi di bawah kepemimpinan unit yang lebih tinggi dan bantuan dari departemen dan unit lokal terkait.

Sekaligus melaksanakan budaya perusahaan yang mampu menangani masalah sulit dan mau berkontribusi serta sepenuhnya mengembangkan semangat berani berjuang dan menang serta berani bersaing.

Dalam pekerjaan konstruksi dan produksi selanjutnya, kami akan terus mengatasi kesulitan dan bergerak maju dengan berani. Menyelesaikan tugas konstruksi proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung sesegera mungkin. Sekaligus menunjukkan responsibiltas dan tanggung jawab kepada perusahaan pusat.

Berkontribusi pada inisiatif “Belt and Road” dan pembangunan ekonomi serta kerjasama antara kedua negara. Juga berkontribusi untuk mendorong pembangunan ekonomi regional. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp