Terbukti Terima Gratifikasi, Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin Dihukum 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin.

BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, terbukti bersalah menerima  gratifikasi. majelis hakim menghukumnya 2 tahun 8 bulan penjara.Vonis dibacakan hakim dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (22/3).

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara terhadap terdakwa Rahmat Yasin selama dua tahun delapan bulan,” ujar Majelis Hakim Asep Sumirat saat membacakan amat putusannya.

Hakim juga menghukum Rahmat Yasin membayar denda Rp 200 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti hukuman selama dua bulan.

Hakim menyatakan Rahmat Yasin terbukti secara meyakinkan bersalah sesuai dakwan pertama yakni Pasal 12 B Jo Pasal 12 C Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.

Vonis yang dijatuhkan terhadap Rahmat Yasin lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa KPK yang sebelumnya menuntut Rahmat Yasin dihukum empat tahun penjara.

“Menyatakan terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi,” kata dia.

Usai hakim membacakan putusan, Rahmat Yasin mengatakan menerima hasil dari putusan hakim itu. Sedangkan Jaksa KPK masih pikir-pikir apakah akan mengajukan banding atau tidak.

“Apapun yang diputuskan, ini juga sudah menjadi pertimbangan Majelis Hakim. Sewajarnya saya menyatakan menerima,” ucap Rahmat Yasin usai persidangan.

 Rachmat Yasin didakwa menerima gratifikasi dari sejumlah satuan kinerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Bogor senilai Rp 8,9 miliar. Selain duit, Rachmat Yasin juga didakwa menerima ratusan hektar tanah dan mobil.

“Bahwa terdakwa telah melakukan perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan menerima gratifikasi berupa uang seluruhnya berjumlah Rp 8,9 miliar dari beberapa orang kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Bogor,” ujar Jaksa KPK Ikhsan Fernandi Z saat membacakan surat dakwaan beberapa waktu lalu.

Selain menerima uang, Rachmat Yasin juga didakwa telah menerima gratifikasi berupa tanah. Pemberian tanah itu dilakukan oleh seorang pengusaha bernama Rudy Wahab. Tanah yang diberikan seluas 170.442 meter persegi di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

“Dan menerima satu unit mobil merek Toyota Alphard Vellfire G 2400 CC tahun 2010 warna hitam dari Mochammad Ruddy Ferdian,” kata dia.

Pemberian gratifikasi uang Rp 8,9 miliar disebut atas permintaan Rachmat Yasin guna kepentingan Pilkada Kabupaten Bogor tahun 2013 dan Pileg tahun 2014.

Sedangkan gratifikasi tanah berkaitan dengan pengurusan izin pembangunan pesantren. Sedangkan pemberian mobil atas permintaan Rachmat Yasin kepada Rudy Ferdian yang merupakan rekanan kontraktor sekaligus timsesnya.

Rachmat Yasin merupakan mantan Bupati Bogor yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam dua kasus dugaan korupsi. Pada kasus pertama, Rachmat Yasin diduga menyunat anggaran SKPD senilai Rp 8,9 miliar untuk keperluannya, termasuk kampanye pada Pilkada 2013 dan Pileg 2014. Kasus kedua, Rachmat Yasin diduga menerima gratifikasi berupa 20 hektare lahan dan mobil Toyota Vellfire. Gratifikasi berupa lahan diduga diterima  Rachmat Yasin terkait pengurusan izin pesantren di kawasan Jonggol, sedangkan gratifikasi mobil diduga diterima dari seorang pengusaha.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp