International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

Terbesar dalam Sejarah, Investasi Asing Masuk RI Tumbuh 63%

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

JAKARTA – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia  menyebutkan, realisasi investasi kuartal III-2022 mencapai Rp307,8 triliun. Secara kumulatif sepanjang Januari-September 2022 realisasinya sebesar Rp 892,4 triliun.

Dijelaskan Bahlil, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada kuartal III-2022 tembus Rp168,9 triliun atau tumbuh 3,5% dibanding kuartal sebelumnya dan tumbuh 63,6% dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian ini disebut terbesar dalam sejarah.

“Ini terbesar dalam sepanjang sejarah. Jadi luar biasa sekali kita tumbuh 63,6%. Saya sejak masuk di Kementerian Investasi/BKPM saya minta untuk mengecek pernah nggak tumbuh sebesar ini, rasanya data ini belum kita temukan kalau melebihi, tapi kita lagi cari mungkin di jaman 20 tahun lalu kali,” kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (24/10).

Pertumbuhan PMA di kuartal III-2022 memang lebih tinggi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang tercatat sebesar Rp138,9 triliun atau hanya tumbuh 22,5% (YoY) dan turun tipis 0,05% (QoQ). Ini menandakan bahwa Indonesia masih menarik di mata investor asing.

“Sebenarnya tumbuh juga (PMDN) secara YoY, tapi secara QoQ turun. Turunnya dia karena memang PMA-nya lagi cinta mungkin sama NKRI. Republik ini seperti cewek cantik yang lagi disukai sama investor asing untuk membangun investasi di Indonesia dan ini terjadi juga karena memang ada stabilitas politik,” jelasnya.

Investasi yang tumbuh hingga kuartal III-2022 ini meningkatkan keyakinan Bahlil bahwa pihaknya bisa mengejar target investasi sampai akhir tahun sesuai target Rp1.200 triliun. Ini sejalan dengan kebijakan yang terus dilakukan pemerintah untuk mempermudah investasi yang masuk.

“Ada trust kepemimpinan Bapak Presiden, kemudian fokus pemerintah dalam konsisten untuk membangun arah kebijakan investasi,” tuturnya.

Lokasi investasi PMA di kuartal III-2022 paling banyak di Jawa Barat US$1,7 miliar, Sulawesi Tengah US$1,6 miliar, Maluku Utara US$1,2 miliar, DKI Jakarta US$1 miliar dan Banten US$0,9 miliar.

Sedangkan sepanjang Januari-September 2022, realisasi investasi PMA paling banyak ditempati oleh Sulawesi Tengah US$5,1 miliar, Jawa Barat US$4,6 miliar, Maluku Utara US$3,3 miliar, DKI Jakarta US$3,1 miliar dan Riau US$ 2,5 miliar.

Secara sektor, investasi sepanjang Januari-September 2022 paling banyak berasal dari industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp131,8 triliun. Lalu di sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp97,6 triliun, pertambangan Rp96,5 triliun, perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp80,5 triliun, serta listrik, gas dan air Rp68,6 triliun.

Singapura lagi-lagi menjadi negara yang paling banyak berinvestasi di Indonesia. Realisasinya di kuartal III-2022 mencapai US$3,8 miliar atau setara Rp59,14 triliun (kurs Rp15.563).

Bahlil mengatakan besarnya penanaman modal dari Singapura bukan semuanya murni duit dari negara tersebut. “Negara yang masuk lima besar pertama Singapura. Lagi-lagi Singapura, jangan terkecoh. Dalam berbagai kesempatan saya sampaikan bahwa Singapura ini jadi hub, tidak semuanya uang Singapura, sebagian uang orang Indonesia dan sebagian juga negara-negara lain,” kata Bahlil

Negara paling banyak investasi di Indonesia pada triwulan III-2022, setelah Singapura adalah RRT US$1,6 miliar, Jepang US$1 miliar, Hong Kong US$1 miliar dan  Malaysia US$0,9 miliar.***

Vitus DP

Komentar