Terabas Aturan BPOM, Anggota DPR Beri Contoh Tak Baik ke Masyarakat

Ilustrasi

JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, ada cara berpikir dan bertindak yang salah dari seorang pimpinan dan sejumlah anggota DPR yang pada Rabu (14/4) menjadi relawan Vaksin Nusantara di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta.

Ujang melihat pimpinan dan anggota DPR itu telah menerabas ketentuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang belum mengeluarkan izin uji klinis fase II untuk Vaksin Nusantara.

“Menjadi relawan vaksin Nusantara sah-sah saja dan boleh-boleh saja. Namun, ketika izin uji klinisnya belum ada kan ini yang jadi persoalan. Mestinya urus dulu uji klinisnya agar vaksinnya sesuai ketentuan. Baru jadi relawan vaksin,” kata Ujang, Kamis (15/4).

Anggota  DPR dinilai bertindak tidak hati-hati dan memberikan contoh yang kurang baik kepada rakyat. Tindakan sejumlah anggota DPR dengan menerabas ketentuan BPOM isangat berbahaya.

“DPR telah memberikan contoh yang kurang baik kepada rakyat. Karena rakyat seolah-olah diajari untuk menerabas aturan. Dan ini sangat berbahaya,” ujarnya.

Ujang mengingatkan para anggota dewan yang terhormat supaya memberi contoh kepada masyarakat, terutama soal vaksin Covid-19. Ia meminta, para wakil rakyat itu bertindak hati-hati dan mengikuti aturan yang diputuskan BPOM dengan menunggu Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinis (PPUK) untuk uji klinis tahap dua dan tiga.

Diberitakan sebelumnya, salah satu pimpinan DPR dan beberapa anggota DPR mengikuti kegiatan pengambilan sampel darah untuk Vaksin Nusantara. Mereka bertindak dan menyebut dirinya sebagai relawan Vaksin Nusantara.

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp