Tekan Covid-19, Kampung Tangguh di Kelapa Dua Sediakan Swab Antigen Gratis

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran beserta petugas lainya saat meninjau ke lokasi Kampung Tangguh Jaya di Perumahan Dasana Indah, Bojong Nangka, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Jumat (26/2/2021).

Tangerang- Kampung Tangguh Jaya yang berlokasi Perumahan Dasana Indah, Bojong Nangka, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, terus menunjukkan usahanya dalam menekan kasus penyebaran Covid-19. 

Salah satu caranya, Kampung Tangguh tersebut kini menyediakan alat pemeriksaan swab antigen secara gratis bagi warganya. 

Saat meninjau ke lokasi, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran menuturkan, selain alat yang disediakan gratis, pihaknya juga telah melatih puluhan warga agar dapat melakukan pemeriksaan secara mandiri. 

“Jadi kalau warga merasa kurang enak badan disiapkan swab antigen gratis dan bisa door to door karena 52 warga di sini dilatih untuk bisa swab antigen mandiri,” ujar Fadil di lokasi, Jumat (26/2). 

Selain itu dalam menekan penyebaran kasus Covid-19, Kampung Tangguh Kampung Jaya tersebut juga menyediakan ruang isolasi khusus warga yang terdampak.

“Jadi nanti ada Satgas. Ada juga yang mengontrol, yaitu Babinsa dan Babinkamtibmas yang mengawasi dan ada pak RT juga. Saya kira efektif, apalagi masyarakat ikut mengontrol,” katanya. 

Selain itu, ada pula sejumlah fasilitas lainnya yang berguna bagi masyarakat dalam menghadapi pandemi ini. Seperti di antaranya pengembangbiakan ikan lele untuk perekonomian warga. 

Atas seluruh fasilitas tersebut, Fadil menyebut bahwa Kampung Tangguh Jaya ini telah terbukti dalam menekan kasus penyebaran Covid-9. 

“Terakhir Senin kemarin ada 29 orang dan hari ini mulai turun tinggal 25 orang. Jadi sembuh 4,” tuturnya. 

Sementara itu di hari yang sama, Fadil juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kampung Tangguh yang berlokasi di wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan. 

Didampingi Wali Kota Airin, Rachmi Diany, Fadil kembali mengungkapkan keberhasilan Kampung Tangguh dalam menekan penyebaran Covid-19. 

“Tadinya ada 27 kasus seiring dengan perkembangan intervensi 3T, sekarang tinggal satu orang,” ucap Fadil. 

Fadil berharap dengan konsistensi pelibatan dan partisipasi warga untuk ikut serta melakukan testing.  Sehingga bisa menekan laju pertumbuhan kasus positif. 

“Mudah-mudahan ini akan bermanfaat karena dia 24 jam standby. Karena warga yang ada bermukim di RW ini sendiri kalau dia harus ke Puskesmas kan mungkin prosedurnya lama, dengan kecepatan ini mungkin treatmentnya bisa lebih cepat. Sehingga kesembuhan dan mencegah kematian juga jauh lebih efektif,” pungkasnya. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp