Monday, 25 September 2023

Monday, 25 September 2023

Tampil di CAEXPO 2023, Kemendag Optimis Perdagangan dan Investasi RI-RRT Meningkat

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi.

JAKARTA – Indonesia akan berpartisipasi pada pameran tahunan China-ASEAN Expo  (CAEXPO)  ke-20  yang  digelar  di  Nanning  International  Convention  and  Exhibition  Center (NICEC),  Nanning,  Tiongkok. 

Mengusung  tema  “Work  Together  for  a  Harmonious  Home  and  a Shared  Future”,  pameran  ini  akan  dilaksanakan  secara  hibrida,  yaitu  secara  luring  pada  16 —19 September  2023; sedangkan  secara  daring  akan  dilaksanakan  hingga  September  2024  melalui platform CAEXPO.

“Pameran  ini  penting  untuk  promosi  perdagangan  dan  investasi,  tidak  hanya  bagi  negara Indonesia  tetapi  juga  negara  ASEAN  lainnya.  Melalui  partisipasi  ini,  Kemendag  optimis,  kerja sama   perdagangan   dan   investasi   Indonesia   dan   Tiongkok   akan   meningkat,” ujar  Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, dikutip dari laman Kemendag, Kamis (14/9).

Didi mengungkapkan, tahun ini CAEXPO kembali menerima kedatangan pelaku usaha ASEAN dari luar  Tiongkok.  Sebelumnya  selama  tiga  tahun,  pameran  hanya  dihadiri  perwakilan  perusahaan ASEAN di Tiongkok karena adanya pembatasan fisik akibat pandemi Covid-19.

“Dengan  kehadiran  secara  fisik,  keikutsertaan  Indonesia  pada  CAEXPO  tahun  ini membuka peluang  untuk dapat  meraih  potensi  transaksi  yang  besar  sehingga  dapat  memperbesar  nilai perdagangan kedua negara dan meningkatkan ekspor Indonesia ke Tiongkok,” ucap Didi.

CAEXPO  merupakan  hasil  kesepakatan  Konferensi  Tingkat  Tinggi  ke-7  China-ASEAN  Free  Trade Area   (CAFTA)   2003   dan   mulai   dilaksanakan   pada   2004.Pameran   ini   bertujuan   untuk mempromosikan  perdagangan  barang,  kerja  sama  investasi,  transfer  teknologi,  perdagangan jasa,  hubungan  industri,  serta  kerja  sama  sub  regional  ASEAN  dan  Tiongkok. Sebagai  anggota ASEAN, Indonesia rutin berpartisipasi pada pameran ini setiap tahun.

Pada  pameran  tahun  ini,  Indonesia  akan  menampilkan  dua  paviliun,  yakni  Paviliun  Komoditas seluas  2.150  m2di  aula  D15  dan  Paviliun  Nasional  (City  of  Charm)  seluas  160  m2di  aula  B2. Paviliun Komoditas akan diikuti 85 stan yang menampilkan berbagai produk potensial Indonesia, di  antaranya  produk  sehari-hari,  spa,  kecantikan,  herbal,  makanan  dan  minuman,  aksesori  dan fesyen, serta dekorasi rumah dan furnitur. Sedangkan Paviliun Nasional menampilkan keindahan dan potensi Provinsi Kalimantan Tengah.

“Sebagai bagian dari kegiatan promosi keberagaman budaya, adat, bahasa, dan keindahan alam Indonesia, tahun ini Provinsi Kalimantan Tengah akan mengisi Paviliun Nasional. Selain berbagai produk  potensial  dan  kekayaan  sumber  daya  alamnya,  Pemerintah Provinsi Kalimantan  Tengah akan   menampilkan   beberapa   pertunjukan   tari   dan   seni   budaya   khas   selama   pameran berlangsung,”jelas Didi.

Tiongkok  merupakan  mitra  dagang  terbesar  Indonesia.  Dalam  lima  tahun  terakhir  (2018–2022), perdagangan kedua negara menunjukkan tren positif sebesar 17,69 persen. Pada  periode  Januari–Juni  2023,  total  perdagangan  kedua  negara  mencapai  USD 61,59  miliar atau  naik  0,65  persen  dibandingkan  periode  yang  sama  pada  2022. 

Pada  periode  tersebut,  nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok mencapai USD31,21 miliar dan nilai impor Indonesia dari Tiongkok tercatat  USD 30,37  milliar. Dengan  demikian,Indonesia  menikmati  surplus  sebesar  USD 838,69 juta. Khusus  untuk  nonmigas,  ekspor  Indonesia  ke  Tiongkok  tercatat  sebesar  USD 29,93  miliar, naik 7,44 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat USD27,86 miliar.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media