Tambah Modal Kerja, Summarecon Terbitan Right Issue Sebanyak-banyaknya 3,6 Miliar Saham

KI-KA: Herman Nagaria (Direktur), Adrianto P. Adhi (Presiden Direktur), Lidya Tjio (Direktur), Lexy A. Tumiwa (Komisaris) dan Soegianto Nagaria (Direktur) berfoto Bersama.

JAKARTA—Emiten properti, PT Summarecon Agung Tbk melakukan penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau “rights issue” dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 3.606.695.420 saham atau 25% dari modal disetor Perseroan, dengan nilai nominal sebesar Rp100 per lembar saham.

KIKA: Herman Nagaria (Direktur), Soegianto Nagaria (Direktur), Adrianto P. Adhi (Presiden Direktur), Lidya Tjio (Direktur) dan Lexy A. Tumiwa (Komisaris) saat RUPSLB.

         

Penambahan modal melalui right issue tersebut telah disetujui dalam RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan manajemen PT Summarecon Agung Tbk, Kamis (1/5).

“Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, pembayaran hutang serta modal kerja untuk mempercepat pengembangan usaha Perseroan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak perusahaan. Diharapkan dengan aksi korporasi ini, kinerja dan daya saing perusahaan akan semakin meningkat, “, kata Adrianto P. Adhi, Presiden Direktur Summarecon.

Sejalan dengan misi perusahaan, sambungnya, Summarecon yang memiliki pengalaman selama 45 tahun di dunia properti, secara terus menerus melakukan pengembangan usaha guna memberikan nilai yang optimal bagi seluruh stakeholder.

Summarecon saat ini telah melakukan pengembangan kota terpadu di beberapa kawasan, seperti Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, dan Bogor. Berbekal pengalaman dan perencanaan yang baik, Perseroan akan terus berkarya, membangun dan mengembangkan proyek-proyek baru yang lebih inovatif.

Summarecon dalam kegiatan usahanya dilakukan melalui unit-unit usaha perseroan sebagai berikut : 

Unit Bisnis Pengembangan Properti

Unit bisnis ini membangun berbagai proyek properti untuk dijual, seperti rumah, apartemen, kavling , dan bangunan komersial (ruko).

Proyek-proyek properti ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan kota terpadu (township) untuk menjadi sebuah kawasan pemukiman dan komersial, lengkap dengan berbagai fasilitas yang diperlukan termasuk fasilitas pendidikan, olah raga, sarana ibadah dan fasilitas kesehatan.

Saat ini, Summarecon telah mengembangkan 7 proyek pembangunan kota terpadu yaitu kawasan Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Emerald Karawang, Summarecon Mutiara Makassar dan Summarecon Bogor.

Unit Bisnis Investasi dan Manajemen Properti

          Disamping membangun berbagai proyek properti untuk dijual, Summarecon juga membangun beberapa proyek properti untuk dikelola dan disewakan, khususnya pusat perbelanjaan.

Adanya pendapatan sewa dari pusat-pusat perbelanjaan dan properti lainnya ini memberikan pendapatan yang berkelanjutan bagi Summarecon.

Pada setiap kawasan pengembangan, Summarecon memiliki area tertentu yang dialokasikan sebagai pusat bisnis, dimana di dalamnya terdapat pusat perbelanjaan yang menyediakan seluruh fasilitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan modern.

Para penghuni dan pengunjung akan dapat berbelanja, makan, dan berekreasi di dalam pusat perbelanjaan dengan penuh kenyamanan. Saat ini Perseroan mengoperasikan tiga pusat perbelanjaan yaitu Summarecon Mall Kelapa Gading, Summarecon Mall Serpong, dan Summarecon Mall Bekasi dengan luas gross floor area (GFA) keseluruhan mencapai sekitar kurang lebih 300.000 m2.

Unit Bisnis Rekreasi dan Hospitality

Unit bisnis Rekreasi dan Hospitality merupakan proyek-proyek properti yang bersifat fasilitas pelengkap yang penting sekaligus mendatangkan pendapatan bagi Perseroan, yaitu Klub Kelapa Gading, The Springs Club, Summarecon Serpong, Harris Hotel Kelapa Gading, POP! Hotel Kelapa Gading, Harris Hotel Bekasi,  Movenpick Resort & Spa, Jimbaran Bali dan Rumah Sakit St. Carolus, Summarecon Serpong.

          Kembali Adrianto P. Adhi menambahkan, di tengah kondisi ekonomi nasional dan global yang sangat menantang akibat dampak dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, Summarecon tetap produktif dan mencetak marketing sales yang cukup baik.

Pada tahun 2020, Summarecon berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp 3,3 triliun.

“Proyeksi tahun 2021, kami optimis akan lebih baik, terutama dengan adanya program vaksin Covid- 19 serta dukungan regulasi dari Pemerintah, seperti pelonggaran rasio LTV properti dan pencairan KPR inden hingga 100%, serta PPN (Pajak Pertambahan Nilai) untuk properti yang ditanggung Pemerintah. Dengan demikian diharapkan kinerja Perseroan di masa mendatang akan semakin baik, seiring dengan berkembangnya skala usaha, melalui pengembangan produk-produknya yang inovatif dan berkualitas, sehingga akan meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi seluruh stakeholder, tutup Adrianto P. Adhi. ***

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp