Saturday, 15 June 2024

Search

Saturday, 15 June 2024

Search

Tambah Kapasitas, Pemprov Jabar Pantau Calon Investor TPPAS Lulut-Nambo

TPPAS Lulut-Nambo merupakan proyek pengelolaan sampah perkotaan dengan pengembangan energi terbarukan, khususnya daur ulang sampah menjadi energi dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang sahamnya sebagian dimiliki oleh Pemprov Jawa Barat melalui PT Jabar Bersih Lestari (JBL).

CIBINONG- Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah atau TPPAS Lulut-Nambo di Kabupaten Bogor mengubah sampah memjadi biomassa dan Refuse Derived Fuel (RDF).

Sampah tersebut diproses dengan teknologi Mechanical Biological Treatment (MBT). TPPAS Lulut-Nambo merupakan proyek pengelolaan sampah perkotaan dengan pengembangan energi terbarukan, khususnya daur ulang sampah menjadi energi dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang sahamnya sebagian dimiliki oleh Pemprov Jawa Barat melalui PT Jabar Bersih Lestari (JBL).

Saat ini, dengan mesin yang ada di TPPAS Lulut-Nambo itu PT JBL baru bisa mengelola dan memproses sampah sebanyak 50 ton perhari. 35 ton sampah menjadi RDF dan 15 ton sampah menjadi bio massa.

PT JBL saat ini, sedang menjajaki dengan investor baru. Mereka membutuhkan dana ‘segar’ agar mereka bisa mengelola dan memproses sampah sebanyak 2.300 ton perhari.

“Saat ini Pemprov Jawa Barat, masih melakukan penilaian terhadap calon investor baru dengan total besar investasi lebih dari Rp1 triliun agar bisa mengelola dan memproses sampah sebanyak 2.300 ton perhari,” ujar Direktur PT JBL, Gun Gun Saptari kepada wartawan, Minggu (19/5).

Gun Gun Saptari menuturkan bio massa dan RDF selanjutnya akan digunakan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk sebagai offtaker atau pembeli.

“Dengan investor baru, maka pembangunan TPPAS Lulut-Nambo tahap dua akan dilanjutkan hingga kami bisa maksimal dalam memproduksi biomassa dan RDF, yang selanjutnya kami jual ke PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk,” tutur Gun Gun Saptari.

Penjabat Bupati Bogor, Asmawa Tosepu berharap pembangunan TPPAS Lulut-Nambo bisa dilanjutkan, agar banyak sampah di Bumi Tegar Beriman yang ‘dibuang’ ke TPPAS Lulut Nambo.

“Semoga di Tahun 2026 akhir atau 2027, TPPAS Lulut-Nambo bisa mengelola dan memproses sampah hingga 2.300 tom perhari. Kami berencana ‘membuang sampah di wilayah timur ke TPPAS Lulut-Nambo karena kalau ke TPA Galuga biaya transportasi dan lainnya lebih mahal karena jaraknya yang jauh,” harap Asmawa Tosepu.

Ia pun meminta kepada Pemprov Jawa Barat agar Kabupaten Bogor mendapatkan tambahan kuota ‘pembuangan’ sampah ketimbang Kota Bogor, Kota Depok dan Kota Tanggerang Selatan (Tangsel).

“Sebagai tuan rumah, Pemkab Bogor akan meminta kuota ‘pembuangan’ sampah yang lebih besar ketimbang tiga kota lainnya. Karena jumlah sampah yang kita angkut perharinya bisa mencapai 2.800 ton,” pinta Asmawa Tosepu. ***

Prayan Purba

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media